PENGEMBANGAN KEILMUAN INTEGRATIF DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
DOI:
https://doi.org/10.24090/insania.v19i2.721Keywords:
integration-interconnect, cobwebs, the tree of knowledge, integrasi-interkoneksi, jaring laba-laba, pohon keilmuan.Abstract
This paper attempts to analyze the development of integrative science at two Islamic universities, namely UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta and UIN Malang. The changes are not just ordinary administrative changes, but based on the epistemological basis of integrated scientific development between science and Islam. The changing of IAIN Sunan Kalijaga and STAIN Malang also showed a new relationship between science (general sciences) and Islam, which requiresmutual relations, mutual dialogue, mutual reinforcement to solve the problems of postmodern human life. The purpose of this relation is to create the graduates who are capable of competing in the postmodern world that increasingly sophisticated and advanced science and technology, in addition, the value of religionbased morality is not abandoned, so they become the holistic human being. Tulisan ini mencoba menganalisis pengembangan keilmuan integratif pada dua universitas Islam negeri, yaitu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Malang. Perubahan keduanya bukanlah hanya perubahan administrasi biasa, tapi didasari oleh basis epistemologi pengembangan keilmuan terintegrasi antara sains dan Islam. Perubahan IAIN Sunan Kalijaga dan STAIN Malang juga menunjukkan adanya relasi baru antara sains (ilmu-ilmu umum) dan Islam, yaitu relasi saling membutuhkan, saling berdialog, saling menguatkan untuk menyelesaikan problema kehidupan manusia postmodern ini. Tujuan relasi ini untuk mewujudkan lulusan yang mampu bersaing di dunia postmodern yang semakin canggih dan maju ilmu pengetahuan dan teknologinya, selain itu nilai moralitas yang berbasis agama tidak ditinggalkan, sehingga menjadi manusia yang utuh.Downloads
References
————————, dkk. 2007. Islamic Studies Dalam Paradigma Integrasi-Inter- koneksi (Sebuah Antologi). Yogyakarta: Suka Press.
———————————. 2010. Islamic Studies di Perguruan Tinggi Pendekatan Integratif- Interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
———————————. 2010. “Integrasi dan Interkoneksi: Pengembangan Paradigma Keilmuan (Teori-Praxis) di UIN Sunan Kalijagaâ€. Makalah. Dipresentasikan dalam Workshop Calon Dosen UIN Sunan Kalijaga Tahun 2010 yang diselenggarakan oleh Center for Teaching Staff Development (CTSD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Muqowim. 2011.Keterpaduan Sains dan Agama.Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga.
Muhajir, Noeng. 2010. “Studi Islam Postmodern; Agenda Muhammadiyah Pasca Satu Abad†. Dalam Suara Muhammadiyah. Yogyakarta: Suara
Muhammadiyah, 2010, Edisi Khusus Muktamar Satu Abad Muhammadiyah.
Pokja Akademik. 2006. Kerangka Dasar Keilmuan dan Pengembangan Kurikulum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga.
Suprayogo, Imam. 2007. Paradigma Pengembangan Keilmuan di Perguruan Tinggi, Konsep Pendidikan Tinggi yang dikembangkan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Malang: UIN-Malang Press.
Wahyudi, Yudian. 2006. Ushul Fikih versus Hermeneutika, Membaca Islam dari Kanada dan Amerika. Yogyakarta: Pesantren Nawesea Press.
Downloads
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative CommonsAttribution-ShareAlike License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


