KERANGKA BERPIKIR PEMBELAJARAN INTEGRATIF
DOI:
https://doi.org/10.24090/insania.v19i2.714Keywords:
Constructivism, Integrative, Learning, Konstruktivisme, integratif, PembelajaranAbstract
This paper examines how the thought frame of integrative learning in a constructivist perspective. Educational constructivism views that learning can not be understood as an inheritance of objective knowledge or cultural values, but as an effort to help students learning to construct and interpret the surrounding world integrally. This world is not made up of things that each stands alone, but all of them are related each other (relational). This relational becomes the real nature of this world. Integrative education and learning praxis integration of science and religion into a new vehicle that is actually real description of this world, as the things within it, i.e. humans. The understanding of a theme object (learning material) should be performed in multi-perspective, so that the meaning found by learners include the existing whole, including the values of the Divine. Tulisan ini mengkaji tentang bagaimana kerangka berpikir pembelajaran integratif dalam perspektif konstruktivisme. Konstruktivisme pendidikan memandang bahwa pembelajaran tidak dapat dipahami sebagai pewarisan pengetahuan atau nilai-nilai kultural yang objektif, tetapi sebagai upaya membantu siswa belajar mengkonstruksi dan memaknai dunia yang mengitarinya secara integral. Dunia ini bukan terdiri dari hal-hal yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri, tetapi semuanya itu terkait (relasional). Relasional ini menjadi sifat sejati dunia ini. Pendidikan integratif dan praksis pembelajaran integrasi sains dan agama menjadi wahana baru yang sesungguhnya menggambarkan sejatinya dunia ini, beserta di dalamnya, yaitu manusia. Pemahaman terhadap satu objek tema (materi pembelajaran) harus dilakukan secara multiperspektif, sehingga makna yang ditemukan peserta didik meliputi keseluruhan yang ada, termasuk di dalamnya nilai-nilai Ilahiah.Downloads
References
Azra, Azyumardi. 2002. Paradigma Baru Pendidikan Nasional: Rekonstruksi dan Demokratisasi. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Bagir, Z. A. 2003. “Pluralisme Pemaknaan Dalam Sains dan Agama; Beberapa Catatan Perkembangan Mutakhir Wacana Sains dan Agamaâ€, dalam Jurnal Relief (CRCS UGM) Vol. I No. I, Januari 2003.
Barbour, Ian G. 2002. Juru Bicara Tuhan: Antara Sains dan Agama, terjemahan: E.R. Muhammad. Jakarta: Mizan.
Capra, F. 2000. The Tao of Physics: Menyingkap Kesejajaran Fisika Modern dan Mistisisme Timur. Bandung: Jalasutra.
————. 2002. Jaring-Jaring Kehidupan: Visi Baru Epistemologi dan Kehidupan. Yogyakarta: Fajar Pustaka.
Daud, W.M.N.W. 1998. Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Naquib al-Attas. Jakarta: Mizan.
Gibb, H.A.R. 1983. Islam dalam Lintasan Sejarah. Terjemahan: Abusalamah. Jakarta: Bhatara Aksara.
Mahzr. A. 2008. Revolusi Integralisme Islam: Merumuskan Paradigma Sains dan Teknologi Islami. Bandung: Mizan Pustaka.
Partry-Iuc, J. Weyringer, S. and Weinberger, A. 2007. “Combining Values and Knowledge Educationâ€, Dalam Values Education and Lifelong Learning: Priciples, Policies, Programmes. AA Dordrecht: Springer.
Tholkhah, Imam dan Imam Barizin, A. Malik Fadjar. 2004. Membuka Jendela Pendidikan Islam: Mengurai Akar Tradisi dan Integrasi Keilmuan Pendidikan Islam. Jakarta: Rajawali Press.
Rahman, F. 1979. Islam. Chicago: The University of Chicago Press.
Downloads
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative CommonsAttribution-ShareAlike License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).