KERANGKA BERPIKIR PEMBELAJARAN INTEGRATIF

Authors

  • Hartono Hartono STAIN Purwokerto Jl. Jend. A. Y ani No. 40A P urwokerto

DOI:

https://doi.org/10.24090/insania.v19i2.714

Keywords:

Constructivism, Integrative, Learning, Konstruktivisme, integratif, Pembelajaran

Abstract

This paper examines how the thought frame of integrative learning in a constructivist perspective. Educational constructivism views that learning can not be understood as an inheritance of objective knowledge or cultural values, but as an effort to help students learning to construct and interpret the surrounding world integrally. This world is not made up of things that each stands alone, but all of them are related each other (relational). This relational becomes the real nature of this world. Integrative education and learning praxis integration of science and religion into a new vehicle that is actually real description of this world, as the things within it, i.e. humans. The understanding of a theme object (learning material) should be performed in multi-perspective, so that the meaning found by learners include the existing whole, including the values of the Divine. Tulisan ini mengkaji tentang bagaimana kerangka berpikir pembelajaran integratif dalam perspektif konstruktivisme. Konstruktivisme pendidikan memandang bahwa pembelajaran tidak dapat dipahami sebagai pewarisan pengetahuan atau nilai-nilai kultural yang objektif, tetapi sebagai upaya membantu siswa belajar mengkonstruksi dan memaknai dunia yang mengitarinya secara integral. Dunia ini bukan terdiri dari hal-hal yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri, tetapi semuanya itu terkait (relasional). Relasional ini menjadi sifat sejati dunia ini. Pendidikan integratif dan praksis pembelajaran integrasi sains dan agama menjadi wahana baru yang sesungguhnya menggambarkan sejatinya dunia ini, beserta di dalamnya, yaitu manusia. Pemahaman terhadap satu objek tema (materi pembelajaran) harus dilakukan secara multiperspektif, sehingga makna yang ditemukan peserta didik meliputi keseluruhan yang ada, termasuk di dalamnya nilai-nilai Ilahiah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aspin, D. and Chapman, J. 2007. Introduction. In: Values Education and Lifelong Learning: Principles, Policies, Programmes. AA Dordrecht: Springer.

Azra, Azyumardi. 2002. Paradigma Baru Pendidikan Nasional: Rekonstruksi dan Demokratisasi. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Bagir, Z. A. 2003. “Pluralisme Pemaknaan Dalam Sains dan Agama; Beberapa Catatan Perkembangan Mutakhir Wacana Sains dan Agama”, dalam Jurnal Relief (CRCS UGM) Vol. I No. I, Januari 2003.

Barbour, Ian G. 2002. Juru Bicara Tuhan: Antara Sains dan Agama, terjemahan: E.R. Muhammad. Jakarta: Mizan.

Capra, F. 2000. The Tao of Physics: Menyingkap Kesejajaran Fisika Modern dan Mistisisme Timur. Bandung: Jalasutra.

————. 2002. Jaring-Jaring Kehidupan: Visi Baru Epistemologi dan Kehidupan. Yogyakarta: Fajar Pustaka.

Daud, W.M.N.W. 1998. Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Naquib al-Attas. Jakarta: Mizan.

Gibb, H.A.R. 1983. Islam dalam Lintasan Sejarah. Terjemahan: Abusalamah. Jakarta: Bhatara Aksara.

Mahzr. A. 2008. Revolusi Integralisme Islam: Merumuskan Paradigma Sains dan Teknologi Islami. Bandung: Mizan Pustaka.

Partry-Iuc, J. Weyringer, S. and Weinberger, A. 2007. “Combining Values and Knowledge Education”, Dalam Values Education and Lifelong Learning: Priciples, Policies, Programmes. AA Dordrecht: Springer.

Tholkhah, Imam dan Imam Barizin, A. Malik Fadjar. 2004. Membuka Jendela Pendidikan Islam: Mengurai Akar Tradisi dan Integrasi Keilmuan Pendidikan Islam. Jakarta: Rajawali Press.

Rahman, F. 1979. Islam. Chicago: The University of Chicago Press.

Downloads

How to Cite

Hartono, H. (2016). KERANGKA BERPIKIR PEMBELAJARAN INTEGRATIF. INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 19(2), 241–253. https://doi.org/10.24090/insania.v19i2.714

Issue

Section

Articles