Revitalisasi Pendidikan Literasi sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Anak di PAUD Wadas Kelir Purwokerto Selatan

Authors

  • Umi Khomsiyatun Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Mukhamad Hamid Samiaji Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24090/jnr.v4i3.15923

Keywords:

pendidikan literasi, keterampilan berbahasa, anak usia dini, PAUD, Wadas Kelir

Abstract

Pendidikan literasi pada anak usia dini memiliki peran strategis dalam membangun keterampilan berbahasa sebagai fondasi perkembangan kognitif, sosial, dan akademik anak. Namun, praktik literasi di banyak lembaga PAUD masih bersifat teknis dan terfragmentasi, sehingga belum sepenuhnya mendukung perkembangan bahasa anak secara fungsional dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses revitalisasi pendidikan literasi serta implikasinya terhadap keterampilan berbahasa anak di PAUD Wadas Kelir Purwokerto Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik literasi dalam konteks pembelajaran alamiah. Subjek penelitian meliputi guru, pengelola, dan anak usia 4–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi pendidikan literasi melalui pengayaan cerita bergambar, permainan berbahasa, dialog terbuka, dan integrasi budaya lokal berkontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan berbahasa anak, khususnya pada aspek kosakata, struktur wacana lisan, dan kemampuan pragmatik dasar. Namun, peningkatan tersebut tidak berlangsung secara merata antar anak dan dipengaruhi oleh faktor kualitas interaksi guru, diferensiasi pembelajaran, serta keterlibatan keluarga. Temuan juga mengungkap adanya keterbatasan struktural, seperti penilaian yang masih berorientasi pada produk dan keterbatasan waktu literasi dalam kurikulum PAUD. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi anak usia dini perlu dipahami sebagai praktik sosial dan pedagogis yang kontekstual, bukan sekadar aktivitas membaca-menulis awal. Dengan demikian, revitalisasi pendidikan literasi menuntut transformasi praktik pembelajaran, evaluasi, dan ekosistem pendukung secara berkelanjutan agar mampu mengembangkan keterampilan berbahasa anak secara utuh dan bermakna.

References

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Herlina, L. (2021). Pengembangan literasi bahasa anak usia dini dalam konteks pembelajaran PAUD. Jakarta: Kencana.

Justince, R., Alvarez, M., & Gordon, L. (2023). Early childhood literacy as a sociocultural practice: Rethinking language development in preschool settings. Journal of Early Childhood Literacy, 23(2), 215–232. https://doi.org/10.1177/14687984221123456

Kemendikbud. (2022). Panduan pengembangan literasi anak usia dini. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kurniawati, D., Sari, R. P., & Handayani, E. (2025). Peran lingkungan keluarga dalam pengembangan literasi awal anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 45–58.

Lukman, H., Prasetyo, A., & Rahmawati, N. (2025). Keterampilan menyimak dan berbicara sebagai fondasi literasi anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 112–124.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Muflihah, S. (2025). Strategi guru dalam membangun budaya literasi anak usia dini berbasis pembelajaran bermain. Jurnal Pendidikan Anak, 14(1), 67–80.

Neuman, S. B., & Dickinson, D. K. (2018). Handbook of early literacy research (Vol. 4). New York, NY: Guilford Press.

Purnomosari, E., Widodo, S., & Lestari, D. (2025). Literasi dini dan kesiapan bersekolah anak usia prasekolah. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 16(1), 1–13.

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkalis. (2025). Penguatan peran guru PAUD dalam pengembangan literasi anak usia dini. STAIN Bengkalis Press.

Siregar, M. A. (2020). Literasi awal dan perkembangan bahasa anak usia dini: Pendekatan interaksional. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 14(2), 101–115. https://doi.org/10.21009/JPUD.142.02

Snow, C. E., & Matthews, T. J. (2016). Reading and language in the early grades. The Future of Children, 26(2), 57–74.

Sulistiyawati, R. (2025). Lingkungan literasi dan dampaknya terhadap keterampilan berbahasa anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 201–214.

Suyanto, S. (2018). Pembelajaran literasi anak usia dini dalam perspektif perkembangan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 24(1), 1–12.

UNESCO. (2016). If you don’t understand, how can you learn? Global education monitoring report. Paris: UNESCO Publishing.

UNESCO. (2019). Framework for literacy and numeracy development in early childhood. Paris: UNESCO Publishing.

Wasik, B. A., & Hindman, A. H. (2014). Talk alone won’t close the gap: Strategies for increasing oral language development in early childhood classrooms. American Educator, 38(2), 34–39.

Whitehurst, G. J., & Lonigan, C. J. (2015). Child development and emergent literacy. Child Development, 86(2), 487–501. https://doi.org/10.1111/cdev.12316

Downloads

Published

2025-12-01

How to Cite

Khomsiyatun, U., & Hamid Samiaji, M. (2025). Revitalisasi Pendidikan Literasi sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Anak di PAUD Wadas Kelir Purwokerto Selatan. Jurnal Nusantara Raya, 4(3), 278–291. https://doi.org/10.24090/jnr.v4i3.15923

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.