Revitalisasi Pendidikan Literasi sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Anak di PAUD Wadas Kelir Purwokerto Selatan
DOI:
https://doi.org/10.24090/jnr.v4i3.15923Keywords:
pendidikan literasi, keterampilan berbahasa, anak usia dini, PAUD, Wadas KelirAbstract
Pendidikan literasi pada anak usia dini memiliki peran strategis dalam membangun keterampilan berbahasa sebagai fondasi perkembangan kognitif, sosial, dan akademik anak. Namun, praktik literasi di banyak lembaga PAUD masih bersifat teknis dan terfragmentasi, sehingga belum sepenuhnya mendukung perkembangan bahasa anak secara fungsional dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses revitalisasi pendidikan literasi serta implikasinya terhadap keterampilan berbahasa anak di PAUD Wadas Kelir Purwokerto Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik literasi dalam konteks pembelajaran alamiah. Subjek penelitian meliputi guru, pengelola, dan anak usia 4–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi pendidikan literasi melalui pengayaan cerita bergambar, permainan berbahasa, dialog terbuka, dan integrasi budaya lokal berkontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan berbahasa anak, khususnya pada aspek kosakata, struktur wacana lisan, dan kemampuan pragmatik dasar. Namun, peningkatan tersebut tidak berlangsung secara merata antar anak dan dipengaruhi oleh faktor kualitas interaksi guru, diferensiasi pembelajaran, serta keterlibatan keluarga. Temuan juga mengungkap adanya keterbatasan struktural, seperti penilaian yang masih berorientasi pada produk dan keterbatasan waktu literasi dalam kurikulum PAUD. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi anak usia dini perlu dipahami sebagai praktik sosial dan pedagogis yang kontekstual, bukan sekadar aktivitas membaca-menulis awal. Dengan demikian, revitalisasi pendidikan literasi menuntut transformasi praktik pembelajaran, evaluasi, dan ekosistem pendukung secara berkelanjutan agar mampu mengembangkan keterampilan berbahasa anak secara utuh dan bermakna.References
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Herlina, L. (2021). Pengembangan literasi bahasa anak usia dini dalam konteks pembelajaran PAUD. Jakarta: Kencana.
Justince, R., Alvarez, M., & Gordon, L. (2023). Early childhood literacy as a sociocultural practice: Rethinking language development in preschool settings. Journal of Early Childhood Literacy, 23(2), 215–232. https://doi.org/10.1177/14687984221123456
Kemendikbud. (2022). Panduan pengembangan literasi anak usia dini. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kurniawati, D., Sari, R. P., & Handayani, E. (2025). Peran lingkungan keluarga dalam pengembangan literasi awal anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 45–58.
Lukman, H., Prasetyo, A., & Rahmawati, N. (2025). Keterampilan menyimak dan berbicara sebagai fondasi literasi anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 112–124.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Muflihah, S. (2025). Strategi guru dalam membangun budaya literasi anak usia dini berbasis pembelajaran bermain. Jurnal Pendidikan Anak, 14(1), 67–80.
Neuman, S. B., & Dickinson, D. K. (2018). Handbook of early literacy research (Vol. 4). New York, NY: Guilford Press.
Purnomosari, E., Widodo, S., & Lestari, D. (2025). Literasi dini dan kesiapan bersekolah anak usia prasekolah. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 16(1), 1–13.
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkalis. (2025). Penguatan peran guru PAUD dalam pengembangan literasi anak usia dini. STAIN Bengkalis Press.
Siregar, M. A. (2020). Literasi awal dan perkembangan bahasa anak usia dini: Pendekatan interaksional. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 14(2), 101–115. https://doi.org/10.21009/JPUD.142.02
Snow, C. E., & Matthews, T. J. (2016). Reading and language in the early grades. The Future of Children, 26(2), 57–74.
Sulistiyawati, R. (2025). Lingkungan literasi dan dampaknya terhadap keterampilan berbahasa anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 201–214.
Suyanto, S. (2018). Pembelajaran literasi anak usia dini dalam perspektif perkembangan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 24(1), 1–12.
UNESCO. (2016). If you don’t understand, how can you learn? Global education monitoring report. Paris: UNESCO Publishing.
UNESCO. (2019). Framework for literacy and numeracy development in early childhood. Paris: UNESCO Publishing.
Wasik, B. A., & Hindman, A. H. (2014). Talk alone won’t close the gap: Strategies for increasing oral language development in early childhood classrooms. American Educator, 38(2), 34–39.
Whitehurst, G. J., & Lonigan, C. J. (2015). Child development and emergent literacy. Child Development, 86(2), 487–501. https://doi.org/10.1111/cdev.12316
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Umi Khomsiyatun, Mukhamad Hamid Samiaji

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







