Keteladanan Sebagai Dakwah Kontemporer dalam Menyongsong Masyarakat Modern

Authors

  • Hasan Bastomi STAIN Kudus

DOI:

https://doi.org/10.24090/kom.v11i1.1275

Keywords:

Ideals, Contemporary Preaching, Modern, Keteladanan, Dakwah Kontemporer

Abstract

This paper aims to explore the application of exemplary as a form of contemporary da’wah. Exemplary dakwah in modern society consist of: 1) Da’wah able to give example to society to life and noble civilization, so that human become dignified (akramal akramin); 2) Da’wah that able to motivate and facilitate society to live orderly and far of the pollution that damages his conscience; 3) Da’wah that produces high cultural products resulting from emulating noble behavior and deep reflection with the highest knowledge; 4) Da’wah that is able to bridge the diametric gap between the various orientations; and 5) Da’wah that becomes the solution and able to compensate for the various offers of non-propagation information. Execution of exemplary method in da'wah of a dai has at least two main requirements: (1) requirements of science, (2) personality requirements to be role models for society.   Tulisan ini bertujuan menggali penerapan keteladanan sebagai bentuk dakwah kontemporer. Dakwah dengan keteladanan sebagai dakwah kontemporer dalam masyarakat modern adalah: 1) Dakwah yang mampu meneladani masyarakat dalam menapak jejak kemuliaan hidup dan peradaban yang tinggi, sehingga manusia menjadi bermartabat (akramal akramin); 2) Dakwah yang mampu memotivasi dan memfasilitasi masyarakat untuk hidup teratur dan jauh dari polusi yang merusak nuraninya; 3) Dakwah yang menghasilkan produk kebudayaan yang tinggi (tidak remeh-temeh) yang dihasilkan dari meneladani perilaku yang mulia dan perenungan yang mendalam dengan pengetahuan yang tinggi; 4) Dakwah yang mampu menjembatani kesenjangan diametral antara berbagai orientasi; dan 5) Dakwah yang menjadi solusi dan mampu mengimbangi berbagai tawaran informasi non-dakwah. Pelaksanaan metode keteladanan dalam dakwah seorang dai sedikitnya memiliki dua persyaratan utama: (1) persyaratan keilmuan, (2) persyaratan kepribadian untuk dijadikan suri teladan bagi masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Maraghi, & Mustofa, A. (1987). Tafsir Al-Maraghi. Semarang: Toha Putra.
Al-Qasimy, & Jamaluddin, M. (1914). Tafsir Al-Qasimy Al-Musama
Mahasimu Al-Takwiil Jus 13. Beirut: Dar Al-Fikr.
Amrullah, A. M. (1999). Tafsir Al-Azhar jilid 9. Singapura: Pustaka Nasional PTE LTD.
Anshari, M. I. (1979). Mujtahid Da’wah. Bandung: Diponegoro.
Anshari, S. (1987). Pokok-pokok Pikiran Tentang Islam. Bandung: Pelajar.
Arifin, M. (1997). Psikologi Dakwah: Suatu Pengantar Studi. Jakarta: Bulan Bintang.
Armai, A. (2002). Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press.
Ar-Rifa’i, M. N. (1989). Taisiru al-Aliyul Qadir li Ikhtishari Tafsir Ibnu Katsir Terjemahan Syihabudin: Kemudahan dari Allah Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3. Jakarta: Gema Insani Press.
At-Thabari, A. J. (n.d.). Jaami’u al-Bayaan ‘An Takwiilu ayi al-Qur’an Juz 19. Beirut: Dar Al Fikr.
Bakri, H. O. (1986). Tafsir Rahmat. Jakarta: Mutiara.
Basit, A. (2006). Wacana Dakwah Kontemporer. Purwokerto: STAIN Press.
Departemen Agama RI. (1971). Al-Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta: Departemen Agama RI.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1995). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke-2. Jakarta: Balai Pustaka.
Faizah, & Effendi, L. M. (2006). Psikologi Dakwah. Jakarta: Kencana.
Hafiduddin, D. (1998). Dakwah Aktual. Jakarta: Gema Insani.
Jamal, S. b., & Syafi’y, I. S.-A. (1204 H). Al-Futuuhaat al Ilahiyyah bi Taudhiidi Tafsir al Jalalain Lidaqaaiq al Khafiyah Juz 7. Beirut: Dar Al Kitab al-Ilmiyah.
Khawarizmi, A., & az-Zamakhsyari, A. a.-Q. (TT). Al-Kasyaf Juz 3. Beirut: Dar Fikr.
Muriah, S. (2000). Metodologi Dakwah Kontemporer. Yogyakarta: Mitra Pustaka.
Nawawi, I. (1999). Terkemah Riyadhus Sholihin jilid 2. Jakarta: Pustaka Amani.
Shihab, M. Q. (1994). Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan.
Sindhunata. (2003). “Pengantar” dalam Charles Kimball, Kala Agama Jadi Bencana terj. Nurhadi. Bandung: Mizan.
Sonhadji, M. (1995). Al-Qur’an dan Tafsirnya Jilid IV. Yogyakarta: PT. Dana Bakti Wakaf.
Suprapta, M., & Hefni, H. (2003). Metode Dakwah. Jakarta: Prenada.
Syukir, A. (1983). Dasar-dasar Dakwah Islam. Surabaya: Al-Ikhlas.
Ubhiyati, N. (1997). Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Downloads

Published

2018-02-22

How to Cite

Bastomi, H. (2018). Keteladanan Sebagai Dakwah Kontemporer dalam Menyongsong Masyarakat Modern. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 11(1), 1–19. https://doi.org/10.24090/kom.v11i1.1275

Issue

Section

Articles