Fact-Checking: Literasi Informasi Berbasis Moderasi Beragama sebagai Upaya Deradikalisasi di Perguruan Tinggi

Authors

  • Muhammad Umar Ibnu Malik Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Muhammad Labib UIN. Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.24090/jpa.v26i1.2025.pp115-136

Keywords:

Fact-Checking, Literasi Informasi, Moderasi beragama, Deradikalisasi

Abstract

Arus informasi digital yang masif di perguruan tinggi membawa risiko serius penyebaran ideologi radikal. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual integrasi fact-checking dan literasi informasi dengan nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyah) sebagai strategi deradikalisasi di lingkungan kampus. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menelaah berbagai literatur, jurnal, dan laporan yang relevan terkait peran fact-checking dalam memperkuat ketahanan mahasiswa terhadap hoaks, ujaran kebencian, serta propaganda ekstremis di ruang digital. Secara teoritis, fact-checking tidak hanya dipahami sebagai proses teknis verifikasi data, melainkan juga sarana edukatif yang menumbuhkan sikap kritis, toleran, dan konfirmatif terhadap kebenaran. Temuan menunjukkan bahwa perguruan tinggi perlu mengintegrasikan literasi informasi dengan nilai moderasi beragama guna mencegah pengaruh radikal, memperkuat resiliensi ideologis, serta menumbuhkan kesadaran inklusif pada mahasiswa. Integrasi ini diharapkan menjadi benteng efektif dalam membangun ekosistem digital moderat di perguruan tinggi.

References

Adiprasetio, J., Rahmawan, D., Wibowo, K. A., Yudhapramesti, P., & Hartoyo, N. M. (2025). Epistemological problems in fact-checking practice: evidence from Indonesia. Media Practice and Education, 26(1), 36–57. https://doi.org/10.1080/25741136.2024.2341338

Ali, M. N., Bakri, R., Aryuni, M., & Effendy, . (2021). An Analysis of Psychological Dynamics and Factors Causing the Formation of the Radicalism Attitude Among University Students in Palu. Journal of Educational and Social Research, 11(6), 34. https://doi.org/10.36941/jesr-2021-0126

Antika, C., Wibowo, T., Ghiffari, R., Adhwa, T. L., Purwati, R., Syariah, E., Islam, U., Bangsa, B., Anak, P., Dini, U., Islam, U., Bangsa, B., Konseling, B., Islam, P., Islam, U., Bangsa, B., Guru, P., & Madrasah, M. (2024). Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Moderasi Beragama di Masyarakat. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8, 39355–39363.

Ardhana, I. A. (2023). Moderasi Beragama di Tengah Isu Kontemporer. In Kuriotas (Vol. 13). https://balitbangdiklat.kemenag.go.id/resensi/moderasi-beragama-di-tengah-isu-kontemporer-2023%0Ahttps://eperpus.kemenag.go.id/web/index.php?p=show_detail&id=43989

Ballotpedia. (2018). The methodologies of fact-checking. Ballotpedia.Org. https://ballotpedia.org/The_methodologies_of_fact-checking

Daryono, D. (2017). Literasi Informasi Digital : Sebuah Tantangan bagi Pustakawan. Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 1(2), 89. https://doi.org/10.29240/tik.v1i2.282

Dziak, M. (2022). Critical Skills: Fact-checking. EBSCO. https://www.ebsco.com/research-starters/communication-and-mass-media/critical-skills-fact-checking

Fardiah, D., Darmawan, F., & Rinawati, R. (2022). Fact-checking Literacy of Covid-19 Infodemic on Social Media in Indonesia. Komunikator, 14(1), 14–29. https://doi.org/10.18196/jkm.14459

Fikri, M. S. (2023). BNPT temukan 2.670 konten radikalisme dan terorisme sepanjang 2023. Antaranews.Com. https://www.antaranews.com/berita/3892506/bnpt-temukan-2670-konten-radikalisme-dan-terorisme-sepanjang-2023

Fikyansyah, A. (2024). Ribuan Hoaks Beredar Sepanjang Januari-Juli, Separuhnya Soal Politik. Times Indonesia. https://timesindonesia.co.id/cek-fakta/510967/ribuan-hoaks-beredar-sepanjang-januarijuli-separuhnya-soal-politik

Graves, L. (2013). Deciding What’s True: Fact-Checking Journalism and the New Ecology of News. Columbia University.

Hefni, W. (2020). Moderasi Beragama dalam Ruang Digital: Studi Pengarusutamaan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Jurnal Bimas Islam, 13(1), 7–20.

Juraidi, I. M., & Witro, D. (2024). Transformasi Moderasi Beragama Berbasis Digital 2024: Sebagai Bentuk Upaya Memfilter Konten Radikalisme dan Ekstremisme di Era Disrupsi. Jurnal Bimas Islam, 17(1).

Kemenag. (2019). TANYA JAWAB MODERASI BERAGAMA. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Kovach, B., & Rosenstiel, T. (2001). The elements of journalism : what newspeople should know and the public should expect. Crown Publishers.

Muhammad, A., & Muryono, S. (2021). Agus Muhammad and Sigit Muryono, Jalan Menuju Moderasi Modul Penguatan Moderasi Beragama Bagi Guru (A. Masykur (ed.); Cendikia.K). Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Puspita, Y., Fitriani, Y., Astuti, S., & Novianti, S. (2020). Selamat tinggal revolusi industri 4.0, selamat datang revolusi industri 5.0. Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang., 122–130.

Putu, I. G. S. (2020). GERAKAN LITERASI DIGITAL PADA MASA PANDEMI COVID-19. Stilistika, 8(2). https://doi.org/10.5281/zenodo.3884420

Rahmawan, D., Hartanto, R., & Garnesia, I. (2022). Multi Case Analysis on The Development of Fact-Checking Organizations in Indonesia. Jurnal Kajian Komunikasi, 10(1), 14. https://doi.org/10.24198/jkk.v10i1.38752

Tantimin, T., Situmeang, A., & Agustin, I. C. (2023). Peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT ) dalam Menanggulangi Radikalisme dan Terorisme di Indonesia The Role of the National Counterterriorism Agency ( BNPT ) in Overcoming Radicalism and Terrorism in Indonesia. Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum, 12(2), 354–383.

Tri WIbowo, K., & Hadiningrat, W. (2023). Penanggulangan Penyebaran Radikalisme Melalui Media Sosial dalam Hukum Pidana Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 4(2), 187–212. https://doi.org/10.56370/jhlg.v4i2.304

UNESCO. (2016). Media and information literacy: reinforcing human rights, countering radicalization and extremism (J. Singh (ed.)). United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.

Wahyudi, D., & Kurniasih, N. (2021). LITERASI MODERASI BERAGAMA SEBAGAI REAKTUALISASI “JIHAD MILENIAL” ERA 4.0. Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama, 1(1), 1–20. https://doi.org/10.32332/moderatio.v1i1.3287

Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). INFORMATION DISORDER: Toward an interdisciplinary framework for research and policy making. Council of Europe.

Zhang, B., & Vos, M. (2019). How and Why Some Issues Spread Fast in Social Media. Online Journal of Communication and Media Technologies, 5(1), 90–113. https://doi.org/10.29333/ojcmt/2497

Downloads

Published

2025-09-10

How to Cite

Malik, M. U. I., & Labib, M. (2025). Fact-Checking: Literasi Informasi Berbasis Moderasi Beragama sebagai Upaya Deradikalisasi di Perguruan Tinggi. Jurnal Penelitian Agama, 26(1), 115–136. https://doi.org/10.24090/jpa.v26i1.2025.pp115-136

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.