Kontekstualisasi Hadis Pernikahan Dini Di Era Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.24090/jimrf.v10i1.4664Keywords:
Pernikahan Dini, Kritik Sanad-Matan Hadis, Konteks KekinianAbstract
Pernikahan dini masih menjadi fenomena yang sering dilakukan oleh masyarakat, terutama di perdesaan atau masyarakat tradisional. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Salah satunya doktrin agama yang disalah pahami. Salah satu legitimasi adanya pernikahan dini adalah hadis dari ‘Aisyah RA., yang menyatakan bahwa Nabi menikahinya pada usia enam tahun dan menggaulinya pada usia sembilan tahun. Penelitian yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah penelitian pustaka (library research). Metode yang penulis gunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dalam menjelaskan hadis pernikahan dini Aisyah dengan teori kritik sanad dan matan hadis. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yang menjadi patokan atau tujuan utama hadis tersebut bukanlah usia, melainkan kematangan lahir atau kesiapan fisik. Batas minimal usia hanyalah bersifat temporal yang dapat berubah mengikuti kondisi zaman, tempat dan adat istiadat.Downloads
Download data is not yet available.
References
Al-Asqalani, I. H. (1984). Tahzá¿‘b at-Tahzá¿‘b. Dar Assadir.
Al-Khandhlvi, H. R. S. (1970). Age of Aishah. Arrahman Publishing Trust.
Al-Qardhawi, A.-Q. (1990). Kaifa Nata’amal ma’a as-Sunnah an-Nabawiyyah. Dar al-Wafa’.
Alvida, A., & Shilviana, K. F. (2020). Kritik Matan dan Urgensinya dalam Pembelajaran Hadis:: Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis, 3(1), 1–28. https://doi.org/10.32505/al-bukhari.v3i1.1485
Al-Zahabi, H. (n.d.). MÄ«zÄn al-I’tidal (Vol. 3). al-Maktabah al-Athriyyah.
Asy-Syathi’, A. A. B. (1974). SayyidÄti Baiti an-Nubuwwah. Dar Al-Hadis.
aż-Zahabi, S. M. bin A. bin U. (1987). TarÄ«kh al-IslÄm wa waffiyÄt al-MusyÄhÄ«r wa al-A’lÄm (Vol. 1). Dar al-Kutb Al-‘Araby.
az-Zuhaili, W. (2011). Fiqh Islam wa Adilltuhu (IX). Gema Insani.
Badiah, S. (2015). Kritik Hadits di Kalangan Ilmuwan Hadits Era Klasik Dan Ilmuwan Hadits Era Modern (Tokoh, Parameter, dan Contohnya). Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Qur’an dan al-Hadits, 9(1), Article 1. https://doi.org/10.24042/al-dzikra.v9i1.1725
Bukhari, I. (1987). Al-Jami’ al-Shahih al-Mukhtashar (Vol. 3). Dar Ibnu Kastir.
Hashem, O. (2009). Benarkah ‘Aisyah Menikah Dengan Rasulullah Saw di Usia Dini? Mizan Media Utama.
Hazm, I. (n.d.). Al-Muhalla bi al-Atsar (Vol. 18).
Imron, A. (2013). Perlindungan dan Kesejahteraaan dalam Perkawinan di Bawah Umur. Jurnal At-Tahrir, 13(2).
Katsir, I. (1933). Al-BidÄyah wa al-NihÄyah. Dar al-Fikr.
Moleong, L. J. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Muhammad, H. (2019). Fiqh Perempuan Refleksi Kiai Atas Tafsir Wacana Agama dan Gender. IRCiSoD.
Munawwir, A. W. (1997). Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia. Pustaka Progresif.
Nawawi. (2013). Syarah Shahih Muslim. Darus Sunnah Press.
Putri, J. E., & Taufik, T. (2017). Kematangan Emosi Pasangan yang Menikah di Usia Muda. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 2(2), Article 2. https://doi.org/10.29210/3003214000
Rojafi, A. (2015). Nalar Hukum Keluarga Islam Indonesia. Istana Publishing.
Saleh, A. S. (2007). Metodologi Studi Islam Kontemporer dalam Pandangan Fazlur Rahman. Sultan Thaha Press.
Soehadha, Moh. (2012). Metode Penelitian Sosial Kualitatif untuk Studi Agama. UIN SUKA Press.
Usman, S. (1995). Perkawinan Antar Agama dan Problematika Hukum Perkawinan di Indonesia. Saudara Serang.
Zaman, A. R. B. (2020). Sejarah dan Dinamika Tafsir Al-Qur’an di Indonesia: Membaca Ayat-Ayat Poligami dalam Tafsir Al-azhar dan Al-misbah. Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman, 4(02), 181–194. https://doi.org/10.36671/mumtaz.v4i02.135
Al-Khandhlvi, H. R. S. (1970). Age of Aishah. Arrahman Publishing Trust.
Al-Qardhawi, A.-Q. (1990). Kaifa Nata’amal ma’a as-Sunnah an-Nabawiyyah. Dar al-Wafa’.
Alvida, A., & Shilviana, K. F. (2020). Kritik Matan dan Urgensinya dalam Pembelajaran Hadis:: Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis, 3(1), 1–28. https://doi.org/10.32505/al-bukhari.v3i1.1485
Al-Zahabi, H. (n.d.). MÄ«zÄn al-I’tidal (Vol. 3). al-Maktabah al-Athriyyah.
Asy-Syathi’, A. A. B. (1974). SayyidÄti Baiti an-Nubuwwah. Dar Al-Hadis.
aż-Zahabi, S. M. bin A. bin U. (1987). TarÄ«kh al-IslÄm wa waffiyÄt al-MusyÄhÄ«r wa al-A’lÄm (Vol. 1). Dar al-Kutb Al-‘Araby.
az-Zuhaili, W. (2011). Fiqh Islam wa Adilltuhu (IX). Gema Insani.
Badiah, S. (2015). Kritik Hadits di Kalangan Ilmuwan Hadits Era Klasik Dan Ilmuwan Hadits Era Modern (Tokoh, Parameter, dan Contohnya). Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Qur’an dan al-Hadits, 9(1), Article 1. https://doi.org/10.24042/al-dzikra.v9i1.1725
Bukhari, I. (1987). Al-Jami’ al-Shahih al-Mukhtashar (Vol. 3). Dar Ibnu Kastir.
Hashem, O. (2009). Benarkah ‘Aisyah Menikah Dengan Rasulullah Saw di Usia Dini? Mizan Media Utama.
Hazm, I. (n.d.). Al-Muhalla bi al-Atsar (Vol. 18).
Imron, A. (2013). Perlindungan dan Kesejahteraaan dalam Perkawinan di Bawah Umur. Jurnal At-Tahrir, 13(2).
Katsir, I. (1933). Al-BidÄyah wa al-NihÄyah. Dar al-Fikr.
Moleong, L. J. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Muhammad, H. (2019). Fiqh Perempuan Refleksi Kiai Atas Tafsir Wacana Agama dan Gender. IRCiSoD.
Munawwir, A. W. (1997). Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia. Pustaka Progresif.
Nawawi. (2013). Syarah Shahih Muslim. Darus Sunnah Press.
Putri, J. E., & Taufik, T. (2017). Kematangan Emosi Pasangan yang Menikah di Usia Muda. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 2(2), Article 2. https://doi.org/10.29210/3003214000
Rojafi, A. (2015). Nalar Hukum Keluarga Islam Indonesia. Istana Publishing.
Saleh, A. S. (2007). Metodologi Studi Islam Kontemporer dalam Pandangan Fazlur Rahman. Sultan Thaha Press.
Soehadha, Moh. (2012). Metode Penelitian Sosial Kualitatif untuk Studi Agama. UIN SUKA Press.
Usman, S. (1995). Perkawinan Antar Agama dan Problematika Hukum Perkawinan di Indonesia. Saudara Serang.
Zaman, A. R. B. (2020). Sejarah dan Dinamika Tafsir Al-Qur’an di Indonesia: Membaca Ayat-Ayat Poligami dalam Tafsir Al-azhar dan Al-misbah. Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman, 4(02), 181–194. https://doi.org/10.36671/mumtaz.v4i02.135
Downloads
Published
2021-07-10
How to Cite
Muhajir, M. (2021). Kontekstualisasi Hadis Pernikahan Dini Di Era Kontemporer. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr, 10(1), 46–55. https://doi.org/10.24090/jimrf.v10i1.4664
Issue
Section
Articles
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

