Relevansi Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam Pembentukan Karakter Siswa Indonesia Abad Ke-21
DOI:
https://doi.org/10.24090/jnr.v4i2.15556Keywords:
Ki Hajar Dewantara, Filsafat Pendidikan, Karakter, Abad Ke-21Abstract
Latar belakang kajian ini berangkat dari krisis moralitas siswa serta kesenjangan antara tujuan pendidikan karakter dalam kebijakan nasional dan praktik pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam pembentukan karakter siswa Indonesia pada abad ke-21. Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif melalui analisis konten terhadap karya KHD, kebijakan nasional, dan literatur ilmiah tahun 2014–2024. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga nilai inti KHD keteladanan, pemberdayaan, dan pendampingan yang teroperasionalisasi dalam Trilogi Kepemimpinan, Tri Pusat Pendidikan, Tri Sakti Jiwa, dan konsep merdeka belajar. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut memiliki kompatibilitas tinggi dengan kompetensi abad ke-21, khususnya 4C (critical thinking, creativity, collaboration, communication), serta selaras dengan kerangka OECD Learning Compass 2030 dan teori pendidikan karakter global seperti Lickona dan UNESCO. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi hambatan berupa kapasitas guru, orientasi akademik kurikulum, dan lemahnya asesmen karakter. Kajian ini menghasilkan model konseptual integratif yang dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum dan strategi pedagogis berbasis nilai lokal. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya transformasi pedagogis, penguatan ekosistem pendidikan, dan penyediaan instrumen asesmen autentik untuk mewujudkan pendidikan karakter yang komprehensif dan berkelanjutan.References
Baga, S., Suprapto, A., & Sinaga, P. (2023). Relevansi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara : Landasan Pendidikan di Era Kurikulum Merdeka Dalam Menghadapi Abad 21. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(8), 46–54.
Dhani, A. P., & Wijaya, D. N. (2024). Sejarah Pemikiran Pendidikan Merdeka Ki Hajar Dewantara Tahun 1922 – 1942. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 4(6), 9. https://doi.org/10.17977/um063v4i6p9
Etistika Yuni Wijaya, Dwi Agus Sudjimat, & Amat Nyoto. (2016). Transformasi Pendidikan Abad 21 Sebagai Tuntutan. Jurnal pendidikan, 1, 263–278. http://repository.unikama.ac.id/840/32/263-278 Transformasi Pendidikan Abad 21 Sebagai Tuntutan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Era Global .pdf. diakses pada; hari/tgl; sabtu, 3 November 2018. jam; 00:26, wib.
Fahmi, R. (2024). Pemikiran Ki Hajar Dewantara Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter Di Era Modern. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(4), 15445–15452.
Fazia, T., Bubbico, F., Nova, A., Bruno, S., Iozzi, D., Calgan, B., Caimi, G., Terzaghi, M., Manni, R., & Bernardinelli, L. (2023). Beneficial Effects of an Online Mindfulness-Based Intervention on Sleep Quality in Italian Poor Sleepers during the COVID-19 Pandemic: A Randomized Trial. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(3). https://doi.org/10.3390/ijerph20032724
Istiawati, N. F. (2016). [Character Education Based on Ammatoa Indigenous Local Wisdom Values in Developing Conservation Characters]. Cendekia, 10(1), 1–18.
Lickona, T. (1991). Educating for Character_Lickona.pdf. 1–395.
Nawantara, R. D. (2025). Integrasi Filosofi Ki Hadjar Dewantara dalam Praktik Bimbingan dan Konseling di Indonesia : Tinjauan Pustaka Sistematis. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 785–794.
OCDE. (2019). Future of education and skills 2030: OECD Learning Compass 2030 – Conceptual learning framework. OECD Publishing.
Pendidikan, K. (2021). 1 Laporan Kinerja 2021.
Primantiko, R., Iswan, I., & Rahayu, D. (2024). Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembentukan Karakter Siswa pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar, 6(2), 266–273. https://doi.org/10.36232/jurnalpendidikandasar.v6i2.5834
Qamariyah, F., Eurika, N., & Faradila, A. (2023). Revitalisasi Sistem Among Ki Hadjar Dewantara dalam Paradigma Baru Kurikulum Merdeka. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(4), 143–149.
Salihin, & Liesna Andriany. (2024). Relevansi Pemikiran Pendidikan Ki Hajar Dewantara Pada Abad Ke-21. Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 2(2), 164–179. https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i2.475
Silmi, F. I., & Kusumadewi, R. F. (2025). Implementasi Nilai-Nilai Tri Pusat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dan Dampaknya Terhadap Karakter Siswa Kelas V Di Sdn Sayung 01. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 5(3), 3225–3232.
Tia Basana Hutagalung, & Liesna Andriany. (2024). Filsafat pendidikan memiliki peran penting dalam memberikan arah dan dasar dalam pendidikan Islam,. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 2(3), 91–99.
UNESCO. (2022). Where do we stand on Education for Sustainable Development and Global Citizenship Education.
Wijayanti, D. (2018). Character Education Designed By Ki Hadjar Dewantara. EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru, 10(2), 85. https://doi.org/10.17509/eh.v10i2.10865
Zainuddin, Z., Nafisah, A., & Muttaqin, M. (2025). Transforming Character Education through the Implementation of the Independent Curriculum in Indonesia. International Journal of Education and Humanities, 5(3), 560–572. https://doi.org/10.58557/(ijeh).v5i3.346
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Apit Pamungkas, Abdul Wachid Bambang Suharto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







