Persiapan Diri dalam Dakwah

Authors

  • Ahmad Adnan Agus Syafi’i Pascasarjana IAIN Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.24090/kom.v11i1.1281

Keywords:

Dakwah, Da'wa, Persiapan Dakwah, Da'wa Preparation

Abstract

Religious proselytizing (summerring or praying) is a noble duty, which to do it a knowledge is a needed, among of the them are studied on religius proselytizing (summering or praying) management and the most important of it is undestanding the preparation or religious proselytizing (summering or praying) planning for a prayyer.Proselytizer should learn by pray close attention on religious guidance and steps of Islamic fighter, the holy Qur’an, the messenger and its doctrine, the attitude of discripies and scholar of Islam. Its very important as capital in religious proselytizing planning. Among of paramount importance in religious proselyting planning is having seriousness, the scope of religious proselytizing planning of seriuousness is try seriously in teaching the soul to always back (entrust) to Allah, by decorating ourself in god self, sacriface the soul, evacuate until leaving the home town and family, and by generosity the wealth.Proselytizer also has to have a motivation that can build them, among the motivation of religious proselytizing is undestanding the peculiarity of religious proselytizing, so it can grow high awareness and spirit of religious proselytizing fighting. Dakwah adalah tugas mulia, maka untuk melaksanakannya memerlukan ilmu pengetahuan, di antaranya yaitu mempelajari manajemen dakwah, dan hal penting dalam mempersiapkan manajemen dakwah adalah planning dakwah bagi da’i.Da’i semestinya mempelajari dengan mencermati petunjuk agama dan langkah-langkah para pejuang Islam; al-Qur’an, Rasulullah dan ajarannya, perilaku para sahabat, dan para ‘ulama Islam. Hal ini sangat penting sebagai modal dalam planning dakwah. Di antara yang terpenting dalam planning dakwah adalah memiliki kesungguh-sungguhan, adapun ruang lingkup planning dakwah dengan kesungguhan adalah; Besungguh-sungguh di dalam mendidik jiwa untuk tetap kembali (berpasrah) kepada Allah, dengan penghiasan diri di dalam ketauladaan, mengorbankan jiwa, berhijrah sampai meninggalkan kampung halaman dan keluarga, dan dengan kedermawanan harta. D’ai juga harus memiliki motivasi yang dapat membangunnya, di antara motivasi dakwah adalah memahami keistimewaan dakwah, sehingga menumbuhkan kesadaran yang tinggi dan menyemangatkan perjuangan dakwah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kitab
Al-Gazali, Abi Hamid Muhammad bin Muhammad. (1426 H/2005 M). Ihya’ ‘Ulum ad-Din. Beirut, Libnan: Dar Ibn Hazm.
Al-Maliki, Muhammad bin ‘Alawi. (1428 M/2007 M). al-Mukhtar Min Kalam al-Akhyar. Surabaya: Haiah as-Shofwah.
Al-Maliki, Muhammad bin ‘Alawi. (t.t). Muhammad al-Insan al-Kamil. t.t.p.: t.p.

Buku dan Majalah
Abdurrochim, Sa’id. (2015: 6). Ulama Tempo Dulu Menulis, Risalah Santri Lurus dan dan Aktual II, Tahun I (Agustus-September).
Amin, Samsul Munir. (2008: 71-72). Rekonstruksi Pemikiran Dakwah Islam. Jakarta: Sinar Grafika Ofset.
Anam, Zuhrul. (2015: 53). Memahami Jihad Secara Baik, Risalah Santri Lurus dan Aktual II, Tahun I (Agustus-September).
Aripudin, Cecep dan Mudhofir Abdullah. (2014: 3). Perbandingan Dakwah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Arnold, Thomas W. (1981: 1). Sejarah Da’wah Islam, Jakarta: PT. Bumirestu.
Basit, Abdul. (2008). Dakwah Antar Individu, Teori dan Praktik. Purwokerto: STAIN Press.
Djaelani, Bisri M. (2008: 67).Indahnya Kematian. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
Gulen, Fethullah. (2011: 296). Dakwah Jalan Terbaik dalam Berpikir dan Menyikapi Hidup, Ibnu Ihramih (terj.). Jakarta: PT. Gramedia.
Hamidi. (2010: 1-2). Teori Komunikasi dan Strategi Dakwah. Malang: UMM Press.
Lukaningsih, Zuyina Luk. (2010: 24). Pengembangan Kepribadian. Yogyakarta: Nuha Medika.
Mahmud, Abdul Halim Mahmud. (1417 H/ 1996 M: ix-x). Karateristik Umat Terbaik (terj.). Jakarta: Gema Insani Press.
Munir, Muhammad dan Wahyu Ilahi. (2006: 274). Manajemen Dakwah. Jakarta: Prenada Media.
Muliawan, Jasa Ungguh. (2005:148). Pendidikan Islam Integratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Muriah, Siti. (2000: 1). Metodologi Dakwah Kontemporer. Yogyakarta: Mitra Pustaka.
Nurjannah. (2011: 20). Radikal VS Moderat Atas Nama Dakwah. Yogyakarta: Aswaja Presindo.

Downloads

Published

2018-02-22

Issue

Section

Articles