REINTERPRETASI ISLAM INTEGRATIF (OBJEKTIFIKASI DELIBERATIF ISLAM DI RUANG PUBLIK)

Authors

  • Elya Munfarida IAIN Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.24090/komunika.v9i1.835

Keywords:

Interpretasi, Islam Integratif, Objektifikasi, Deliberasi, Ruang Publik

Abstract

Reinterpretation of the integration between faith and its practice, as mentioned in Qur’an and hadis, is very significant to apply in plural society differentiated in many identities and various primordial affiliations. Its significance lies not only on reformulating teoritically the concept of integrative Islam, but also in practical how it is realized in context of plural society. The fact that the texts of al-Qur’an and hadis always put together faith and good deed in one semantic area, shows a strong connection between faith and good deed that each concept serves as a means of definition of others. This means that the integration between faith and social practice is a must both in theological and sociological perspectives. In addition, plural ethics can serve as ethical basis in perceiving plural social reality and actively, well, and wisely participating in public sphere. Meanwhile, in respect with the mechanism in public sphere, Kuntowijoyo’s concept of objectivity of religion and that of Jurgen Habermas’s public deliberation can be taken as theoretical frame in reinterpreting religious values and teachings as well as their realization in public sphere. Through these two concepts, religious values and teachings can be implemented in public space and partake an active participation in constructing nation identity without causing social disintegration resulted from domination and subordination of certain religious symbols or values. Since social consensus resulted from deliberation is a communal ratio, it is no longer an individual or personal one, but it is a collective ratio that represents collective interest. By this mechanism, religious values and teachings can be performed in contestation of public discoursewithout being trapped in exclusivism policy and domination-subordination logics. Reinterpretasi integrasi antara iman dan praksis sebagaimana terdapat dalam al-Qur’an dan hadis, sangat signifikan dilakukan dalam konteks pluralitas masyarakat yang terdiferensiasi dalam berbagai identitas dan beragam afiliasi primordial. Signifikansi ini tidak hanya terletak pada perlunya reformulasi konsepsi Islam integratif saja, tapi juga bagaimana integrasi tersebut direalisasikan dalam konteks masyarakat yang plural. Merujuk pada teks al-Qur’an dan hadis yang selalu menempatkan iman dan amal salih dalam satu medan semantik, ini menunjukkan bahwa relasi antara iman dan amal salih sangat kuat, sehingga masing-masing konsep menjadi alat definisi bagi eksistensi konsep lainnya. Hal ini bermakna bahwa integrasi iman dan praksis sosial merupakan sebuah keniscayaan tidak hanya secara teologis tapi juga secara sosiologis. Selain itu, afirmasi Islam terhadap pluralitas etik dapat menjadi landasan etis dalam memandang realitas sosial yang plural dan berpartisipasi aktif di ruang publik secara baik dan bijak. Sementara terkait dengan mekanisme partisipasi di ruang publik, konsep objektifikasi agama-nya Kuntowijoyo dan deliberasi publik-nya Jurgen Habermas dapat dijadikan sebagaikerangka teoritis dalam melakukan reinterpretasi nilai dan ajaran agama dan realisasinya di ruang publik. Dengan model objektifikasi deliberatif ini, nilai-nilai dan ajaran agama dapat diimplementasikan dalam kehidupan publik dan berperan aktif dalam konstruksi identitas bangsa, tanpa harus menciptakan disintegrasi sosial karena adanya dominasi atau subordinasi simbol atau nilai agama tententu. Oleh karena konsensus sosial yang dihasilkan dalam deliberasi tersebut bersifat rasio bersama, maka ia tidak lagi menjadi rasio individual personal tapi rasio kolektif yang sekaligus mewakili dan menjadi kepentingan bersama. Dengan mekanisme ini, nilai dan ajaran Islam (agama) dapat dipentaskan dalam kontestasi diskursus publik secara ramah, tanpa harus terjebak dalam politik ekslusivisme dan logika dominasi-subordinasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abduh, Muhammad. Tafsi>r al-Mana>r, 1, 5, 10 jilid. Beirut: Dar al-Ma’rifah, t.t.

Abdurrahman, Moeslim. Islam Yang Memihak. Yogyakarta: LKiS, 2005.

Al-Bukha>ry>, Muhammad bin Isma>il. S}ah}i>h} al-Bukha>ry>, 1 jilid. t.t.: Dar al-Fikr, 1994.

Al-Qastala>ny>, Ahmad bin Muhammad Ali>. Irsya>d as-Sa>ry> li Syarh} S}ah}i>h} al- Bukha>ry>, 1 jilid. Kairo: Dar al-Fikr, t.t.

An-Na’im, Abdullah Ahmed. Islam and the Secular State, Negotiating the Future of Shari’a. London: Harvard University Press, 2008.

As}-S}abu>ny>, Muhammad Ali>. S}afwa>t at-Tafa>si>r, 2 jilid. Kairo: Dar al-Hadis, t.t.

Ayoub, Mahmoud M. “Religious Pluralism and the Challenges of inclusivism, Exclusivism and Globalism: An Islamic Perspective”, dalam Th.

Sumartana, Elga Sarapung, Samuel A. Bless and Zuly Qodir (ed.), Commitment of Faiths: Identity, Plurality and Gender. Yogyakarta: Interfidei, 2002.

Azra, Azyumardi. “Kultus”, dalam Muhammad Wahyuni Nafis (ed.), Rekonstruksi dan Renungan Religius Islam. Jakarta: Paramadina, 1996.

Az-Zamakhsyary>, Abu> al-Qa>sim. Tafsi>r al-Kasysya>f ‘an Haqa>iq at-Tanzi>l wa ‘Uyu>n al-Aqa>wi>l, 1 jilid. Beirut: Dar al-Fikr, t.t.

Baso, Ahmad. NU Studies, Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal. Jakarta: Erlangga, 2006.

Bastaman, Hanna Jumhana. “Makna Hidup bagi Manusia Modern, Tinjauan Psikologis”, dalam Muhammad Wahyuni Nafis (ed.), Rekonstruksi dan Renungan Religius Islam. Jakarta: Paramadina, 1996.

Binder, Leonard. Islam Liberal, Kritik terhadap Ideologi-ideologi Pembangunan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.

Bouma, Gary D. “The Challenge of Religius Revitalization and Religius Diversity to Sosial Cohesion in Seculer Societies”, dalam Bryan Turner (ed.), Religius Diversity and Civil Society, a Comparative Analysis. Oxford: The Bardwell Press, 2008.

Bourdieu, Pierre. Outline of a Theory of Practice. United Kingdom: Cambridge University press, 1977.

____, Masculine Domination. California: Standford University Press, 2001.

Delong-Bas, Natana J. Wahhabi Islam, from Revival and reform to Global Jihad. New York: Oxford University Press, 2004.

Eickelman, Dale F. “Islam dan Pluralisme Etik”, dalam Sohail H. Hashmi (ed.), Etika Politik Islam, Civil Society, Pluralisme, dan Konflik. Jakarta: ICIP,
2005.

Engineer, Asghar Ali. Liberalisasi Teologi Islam, Membangun Teologi Damai dalam Islam. Yogyakarta: Alenia, 2004.

Essack, Farid. Qur’an, Liberation & Pluralism: an Islamic Perspectives of Interreligius Solidarity against Oppression. England: Oneworld, 1977.

———-, On Being a Muslim: Menjadi Muslim Di Dunia Modern. Jakarta: Erlangga, 2002.

Geertz, Cilfford. The Interpretation of Cultures, Selected Essays. London: FontanaPress, 1973.

Habermas, Jurgen. “Religion in the Public Sphere”, dalam European Journal of Philosophy 14:1.

———-, The Social Transformation of the Public Sphere. Cambridge: the MIT Press, 1993.

———-, “Struggles for Recognition in the Democratic Institutional State”, dalam Amy Gutmann (ed.), Multiculturalism. New Jersey: Princeton
University Press, 1994.

Halim, Fachrizal A. Beragama Dalam Belenggu Kapitalisme. Magelang: Indonesiatera, 2002.

Hardiman, F. Budi. Demokrasi Deliberatif, Menimbang “Negara Hukum” dan “Ruang Publik” Dalam Teori Diskursus Jurgen Habermas. Kanisius:
Yogyakarta, 2009.

Ibrahim, Azhar. “The Need for Discoursing Sosial Theology in Muslim Southeast Asia’, dalam Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 1(2014), hlm. 1-23.

Izutsu, Toshihiko. Relasi Tuhan dan Manusia. Yogyakarta: Tiara Wacana, 1997.

———-, Konsep-konsep Etika Religius dalam al-Qur’an. Yogyakarta: Tiara wacana, 2003.

Karim, Khalil Abdul. Hegemoni Quraisy: Agama, Budaya, Kekuasaan. Yogyakarta: LKiS, 2002.

———-, Syari’ah: Sejarah Perkelahian Pemaknaan. Yogyakarta: LKiS, 2003.

———-, Negara Madinah: Politik Penaklukan Masyarakat Suku Arab. Yogyakarta: LKiS, 2005.

Kementerian Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, 5 jilid. Jakarta; Lentera Abadi, 2010.

Khurzman, Charles. (ed.). Wacana Islam Liberal, Pemikiran Islam Kontemporer tentang Isu-isu Gobal. Jakarta: Paramadina, 2003.

Kieser, Bernard. “Agama Bubar Jika Tidak Bercampur Nalar: Being Religius a la Habermas”, dalam Basis, No. 11-12, November-Desember 2004.

Kuntowijoyo, Islam Sebagai Ilmu, Epistemologi, Metodologi dan Etika. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2007.

M. Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah, 7 jilid. Jakarta: Lentera Hati, 2004.

Mahar, Cheleen. Harker, Richard dan Wilkes, Chris. “Posisi Teoritis Dasar”, Richard Harker, Cheleen Mahar, dan Chris Wilkes (ed.), (Habitus x Modal)
+ Ranah = Praktik, Pengantar Paling Komprehensif kepada Pemikiran Pierre Bourdieu. Yogyakarta: Jalasutra, 2009.

Niebuhr, Reinhold. Moral Man and Immoral Society: a Study in Ethics and Politics. London: Westminster John Knox Press, 1993.

Rahman, Fazlur. Islam & Modernity: Transformation of an Intelectual Tradition. Chicago & London: the University of Chicago Press, 1982.

Ritzer, George, & Goodman, Douglas J. Teori Sosiologi, Dari Teori Sosiologi Klasik sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodern, Terj.
Nurhadi. Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2009.

Saeed, Abdullah. Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. London & New York: Routledge, 2006.

Tibi, Bassam. The Challenge of Fundamentalism, Political Islam and the New World Disorder. London: University of California Press, 1998.

Turner, Bryan S. “Introduction”, dalam Bryan S. Turner (ed.), Religious Diversity and Civil Society, a Comparative Analysis. Oxford: The Bardwell Press, 2008.

Weber, Max. The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism. London & New York: Routledge, 2001.

Wuthnow, Robert. “A Reasonable Role for Religion? Moral Practices, Civic Participation and Market Behavior”, dalam Robert W. Hefner (ed.),
Democratic Civility: the History of Cross-Cultural Posibility of a Modern Political Idea. USA & UK: Transaction Publishers, 1998.

Downloads

Published

2017-01-23

How to Cite

Munfarida, E. (2017). REINTERPRETASI ISLAM INTEGRATIF (OBJEKTIFIKASI DELIBERATIF ISLAM DI RUANG PUBLIK). KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 9(1), 133–157. https://doi.org/10.24090/komunika.v9i1.835

Issue

Section

Articles