Kesejahteraan Psikologis Orang Tua melalui Tradisi Tedhak Siten
DOI:
https://doi.org/10.24090/j.assertive.v4i1.11300Kata Kunci:
Kesejahteraan Psikologis, Orangtua, Tradisi, Tedhak sitenAbstrak
Tedhak siten is one of the Javanese traditions that is carried out when a child begins to learn to walk, typically when they are about seven or eight months old, as a form of parental gratitude for the child's development. This study aims to find out the psychological well-being of parents through the Tedhak Siten Tradition. The method used is qualitative research using a descriptive approach. This research also conducted interviews. The researcher interviewed parents about their psychological feelings regarding the Tedhak Siten Tradition. Tedhak Siten is one of the traditional Javanese rituals, or Slametan, observed during a birth event. Tedhak Siten is typically performed when the child is 7 months old and first begins to walk or take steps on the ground. This ceremony involves a procession of children climbing seven stairs made of materials such as sugarcane or bamboo, then walking on the ground or sand. This ritual symbolizes the child's first step in life, with the hope that they will grow strong, independent, and blessed. In addition, tedhak siten is also a form of parents' prayers so that children will achieve success and happiness in the future. Tedhak siten salah satu tradisi Jawa yang dilakukan ketika seorang anak mulai belajar berjalan, biasanya saat berusia sekitar tujuh atau delapan bulan sebagai wujud Syukur orangtua atas perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan psikologis orang tua dengan melalui Tradisi Tedhak Siten. Metode yang digunakan adalah Metode Kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian Deskriptif. penelitian ini juga melakukan wawancara. Peneliti mewawancai mengenai perasaan psikologis orang tua yang telah melaksanakan Tradisi Tedhak Siten. Tedhak Siten merupakan salah satu Tradisi atau Slametan adat jawa dalam peristiwa kelahiran. Tedhak Siten biasanya dilakukan ketika anak berumur 7 bulan dan pertama kali turun atau menginjak kaki ditanah. Upacara ini melibatkan prosesi anak menapaki tujuh tangga yang terbuat dari bahan seperti tebu atau bambu, kemudian berjalan di atas tanah atau pasir. Ritual ini melambangkan langkah awal anak dalam kehidupan, dengan harapan ia tumbuh kuat, mandiri, dan mendapat berkah. Selain itu, tedhak siten juga menjadi wujud doa orang tua agar anak kelak mencapai kesuksesan dan kebahagiaan.Unduhan
Referensi
Alzahra, S., & Safitri, D. (2024). Peran Tradisi Wetonan dalam Menjaga Identitas Budaya Masyarakat Adat Jawa. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2(2), 92–101. https://doi.org/10.61404/jimi.v2i2.206
Aziz, K. F., Manganti, L. D., Adida, S. N., B, M. M. F., Ramadhanti, N., & Fadhilah, M. N. (2023). Penggunaan Teori Fungsional Struktural Dalam Tradisi Tedhak Siten. Jurnal Sosiologi Sientifik, 18(1), 15–25. https://doi.org/10.20961/pknp.v18i1.85571
Azkiya, K. (2024). Tradisi Mitoni: Pelaksanaannya dalam Kebudayaan Masyarakat Jawa. Konferensi Nasional Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam, 1, 473–481. https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/konmaspi/article/view/2529
Budiman, A., Wulandari, A., & Sukmawati, N. (2022). Selamatan Bayi Versi Orang Jawa: Kajian Linguistik Antropologis. SASDAYA: Gadjah Mada Journal of Humanities, 6(2), 117–134. https://doi.org/10.22146/sasdaya.6114
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). In Writing Center Talk over Time. https://doi.org/10.4324/9780429469237-3
Darwis, R. (2017). Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang). Religious Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya, 2(1), 75–83. https://doi.org/10.15575/rjsalb.v2i1.2361
Dora, N., Wardani, S., Rohani, T., & Harahap, W. A. (2025). Tradisi Brokohan: Nilai-Nilai dan Makna pada Suku Jawa. Jurnal Tips Jurnal Riset, Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 3(1), 19–29. https://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/jurnaltips/article/view/4245
Hakim, F., Bahrudin, B., & Suwandi, M. A. (2023). Local wisdom values in the tradition of tedhak siten in the era of globalization. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 2(4), 221–228. https://doi.org/10.59944/amorti.v2i4.239
Iganingrat, A., & Eva, N. (2021). Kesejahteraan psikologis pada ibu tunggal: sebuah literature review. Seminar Nasional Psikologi Dan Ilmu Humaniora (SENAPIH), 1(1), 444–451. https://conference.um.ac.id/index.php/psi/article/view/1168
Junawaroh, S., Nuryantiningsih, F., & Hidayat, A. (2021). Measuring language maintenance of the Banyumas Javanese young generation. In Proceedings of the 3rd International Conference on Language, Literature, and Cultural Education. https://doi.org/10.4108/eai.19-10-2021.2316587
Laili, N., Fahmawati, Z. N., & Paryontri, R. A. (2022). Psychological Well-Being of Parents Who Have Special Needs Children and Attend Special Schools: A Qualitative Study: Kesejahteraan Psikologis Orangtua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus dan Bersekolah di Sekolah Luar Biasa: Sebuah Studi Kualitatif. Procedia of Social Sciences and Humanities, 3, 1522–1526. https://doi.org/10.21070/pssh.v3i.284
Laksmi, I. G. A. A. S., Astiti, C., & Valentina, T. D. (2024). Kesejahteraan psikologis orang tua dengan anak berkebutuhan khusus: Literature Review. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(1), 8214–8228. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.8781
Lestari, D. A., Wardhani, P. S., & Yuliastanti, R. (2022). Tedhak Siten: an Islam-Java Acculturation. International Journal of Religious and Cultural Studies, 4(2), 185–190. https://doi.org/10.34199/ijracs.2022.10.06
Musdalifah, A., & Yunanto, T. A. R. (2021). Tradisi Tedhak Siten Terkandung Konsep Self Efficacy Masyarakat Jawa. Jurnal Pamator: Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo, 14(1), 61–65. https://doi.org/10.21107/pamator.v14i1.9559
Octavia, I. A., & Yuwantina, A. (2023). Thedah Siten: Kognisi Pengasuhan Masyarakat Jawa. Psikobuletin, 4(3), 240–249. https://doi.org/10.24014/pib.v4i3.21904
Ramadhani, T., Djunaedi, D., & S, A. S. (2016). Kesejahteraan Psikologis (Psychological well-being) Siswa Yang Orangtuanya Bercerai (Studi Deskriptif yang Dilakukan pada Siswa di SMK Negeri 26 Pembangunan Jakarta). Jurnal Bimbingan Konseling, 5(1), 108–115. https://doi.org/10.21009/INSIGHT.051.16
Ratulangi, A., Winanda, P., Sirait, M. T., & Nasution, J. M. (2023). Hakikat Manusia Sebagai Individu Dan Keluarga Serta Masyarakat. Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies, 1(1), 15–19. https://doi.org/10.33151/ijomss.v1i1.75
Sari, A., & Prabowo, H. (2024). Psikoterapi Transpersonal Psikosintesis untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu dengan anak autisme. Procedia: Studi Kasus Dan Intervensi Psikologi, 12(4), 166–173. https://doi.org/10.22219/procedia.v12i4.33296
Sekarsari, R. W., Fabiola, J. D., Hidayatullah, R., Oktaviana, D., Ma’arif, S. D., Riansyah, I. A. S., Giofany, M., Rokhmawati, I. N., Agestwo, R., Putra, A. D., & Sahroni, A. (2020). Meningkatkan Potensi Sumber Daya Alam Untuk Mewujudkan Desa Wisata. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 2(1). https://doi.org/10.33474/jp2m.v1i2.6509
Setiawan, E., & Setyowati, R. D. (2021). Pelaksanaan Tedhak Siten Pada Masyarakat Jawa Dilihat Dengan Pendekatan Sosial Budaya (Studi Kasus Desa Kenten, Kec. Ponorogo, Kab. Jawa). Jurnal Opinia, 1(1), 83–96. https://doi.org/10.35888/opinia.v1i1.6
Sudirana, W. (2019). Tradisi Versus Modern: Diskursus Pemahaman Relasi Tradisi Modern Di Indonesia. Jurnal Seni Budaya, 34(1), 127–135. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i1.647
Suhur, A. F., Setiawati, S., & Juniarti, A. P. (2025). Perubahan Tradisi Tedhak Siten: Adaptasi Masyarakat Jawa di Era modern. Jurnal Online Baradha, 21(3), 65–76. https://doi.org/10.26740/job.v21n3.p65-76
Umro’atin, Y., Supriyanti, I., & A’yun, N. Q. (2023). Tradisi Tedhak Siten dalam Perspektif Sosial dan Pendidikan Islam. JURNAL PENELITIAN, 17(2), 235–258. https://doi.org/10.21043/jp.v17i2.22464
Wafa, M. A., Mahmutarom, H. R., & Cholid, N. (2025). Tradisi Pelestarian Nilai-Nilai Islam di Masyarakat Jawa dalam Merayakan Sedekah Bumi. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(3), 4909–4917.
Widyanita, A. R., & Sudrajat, A. (2023). Tradisi selapanan sebagai simbol kelahiran bayi bagi masyarakat Jawa. Majalah Ilmiah Tabuah: Talimat, Budaya, Agama Dan Humaniora, 27(1), 1–7. https://doi.org/10.37108/tabuah.v27i1.866
Widyawati, S., Asih, M. K., & Utami, R. R. (2022). Studi Deskriptif Kesejahteraan Psikologis Pada Remaja. Jurnal Psibermatika, 15(1), 59–65. https://doi.org/10.30813/psibernetika.v1i15.3336
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Eka Zakiyya Salsabila, Idham Nazarrudin

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







