Kualitas Religius dan Kesehatan Psikologis pada Lansia yang Mengikuti Kajian Rohani

Authors

  • Fani Masruroh UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Hielmi Anjaini Rahma UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.24090/j.assertive.v2i2.9977

Keywords:

Elderly, Religious Quality, Psychology, Spiritual studies

Abstract

Elderly people in old age experience physical changes, such as decreased cognitive function, decreased muscle mass or weakened stamina, decreased organ function, decreased vision and hearing, and other changes. Elderly people can also experience psychological and emotional changes. These changes can cause loneliness, the loss of a life partner, and changes in sleep patterns and mood, so psychological treatment is needed to maintain the quality of life in old age. One way of psychological treatment for the elderly is by improving the religious quality of the elderly. Religious qualities can provide seniors with a spiritual and ethical framework that provides a sense of purpose in seniors' lives. This research is to explore the religious qualities and psychological health of elderly people who take part in spiritual studies at Balai Muslimat Kalisalak. This research was carried out qualitatively using a field approach (field research) with study leaders and elderly congregation members at the Kalisalak Muslimat Hall by analyzing the data and then discussing it. The results of the research show that psychological health in the elderly is very important to maintain to maintain the quality of life in order to live a happy life. Several factors that influence the psychological health of the elderly are physical health, social relationships, independence, self-acceptance, and spiritual aspects. Spiritual studies have an important role in increasing the development of personal potential and improving the quality of religious psychological health. Some of the positive effects obtained to improve religious quality include social support, meaning of life goals, coping and divinity, hope, and optimism. This research also provides good suggestions for improving the quality of life in old age and improving psychological health in old age. Lansia dalam menjalani masa tua mengalami perubahan fisik, seperti penurunan fungsi kognitif, penurunan masa otot atau melemahnya stamina, penurunan fungsi organ, penurunan pengelihatan dan pendengaran, serta perubahan-perubahan lainya. Lansia juga dapat mengalami perubahan psikologis dan emosional. Perubahan ini dapat menyebabkan kesepian, kehilangan pasangan hidup, perubahan pola tidur dan mood, sehingga perlunya penanganan psikologis untuk menjaga kualitas hodupnya di masa tuanya. Penanganan psikologis untuk lansia salah satunya dengan cara meningkatkan kualitas religius lansia. Kualitas religius dapat memberikan lansia sebuah kerangka spiritual dan etis yang memberikan rasa tujuan dalam kehidupan lansia. Penelitian ini untuk mengeksplorasi Kualitas Religius dan Kesehatan Psikologis pada Lansia yang Mengikuti Kajian Rohani di Balai Muslimat Kalisalak. Penelitian ini dlakukan dengan kualilatif menggunakan pendekatan lapangan (fiels research) dengan pemimpin pengajian dan para jama’ah lansia di Balai Muslimat Kalisalak dengan melakukan analisis data kemudian dilakukan pembahasan. Hasil penelitian adalah Kesehatan psikologis pada lansia sangat penting untuk dipertahankan untuk menjaga kualitas hidup agar menjalani hidup yang bahagia. Beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan psikologis lansia adalah kesehatan fisik, hubungan sosial, kemandirian, penerimaan diri, dan aspek spiritual. Kajian Rohani memiliki peranan penting dalam meningkatkan pengembangan potensi diri dan meningkatkan kualitas kesehatan psikologis secara religius. Beberapa efek positif yang didapatkan untuk meningkatkan kualitas religius diantaranya yaitu, dukungan sosial, makna tujuan hidup, coping dan ketuhanan, harapan dan optimisme. Dalam penelitian ini juga disampaikan saran-saran yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup di masa tua serta meningkatkan kesehatan psikologis pada masa tua.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adawiyah, R., & El Syam, R. S. (2022). FEMINISME ISLAM DALAM NAHDLATUL ULAMA:(Edukasi Spektrum Pemberdayaan Perempuan). NUansa: Jurnal Penelitian, Pengabdian Dan Kajian Keislaman, 1(1), 1–9. DOI: https://doi.org/10.32699/nuansa.v1i1.14

Arsa, A. A., Adiba, N. F., Dzilkaromah, M. M. K., Amien, H. B., & Qudsyi, H. (2022). Peran Religiusitas Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Daring Pada Mahasiswa. Khazanah: Jurnal Mahasiswa, 14(1). DOI: https://doi.org/10.20885/khazanah.vol14.iss1.art1

Azmi, R., Emilyani, D., Jafar, S. R., & Sumartini, N. P. (2021). Hubungan Religiusitas dengan Kejadian Depresi Pada Lansia di Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika. Bima Nursing Journal, 2(2), 119–126. DOI: https://doi.org/10.32807/bnj.v2i2.726

Destriande, I. M., Faridah, I., Oktania, K., & Rahman, S. (2021). Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup pada Lanjut Usia. Jurnal Psikologi Wijaya Putra, 2(1), 1–9. DOI: https://doi.org/10.38156/psikowipa.v2i1.41

Diponegoro, A. M., & Mulyono, M. (2015). Faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi kebahagiaan pada lanjut usia Suku Jawa di Klaten. PSIKOPEDAGOGIA: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 13. DOI: https://doi.org/10.12928/psikopedagogia.v4i1.4476

Ekasari, M. F., Riasmini, N. M., & Hartini, T. (2019). Meningkatkan kualitas hidup lansia konsep dan berbagai intervensi. Wineka Media.

Festy, P. (2018). Lanjut Usia Perspektif dan Masalah. UMSurabaya Publishing.

Handayani, T. P., & Mustopo, W. I. (2022). PERBEDAAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING (PWB) PADA LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI WERDHA DAN YANG TIDAK TINGGAL DI PANTI. Intensi: Jurnal Psikologi, 1(2). DOI: https://doi.org/10.62260/causalita.v1i1.3

Juliana, J. (2022). Prevensi Burnout Pada Pekerja Sosial Khusus Lansia Di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta Unit Budi Luhur. Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Khuzaimah, U., Anggraini, Y., Hinduan, Z. R., Agustiani, H., & Siswadi, A. G. P. (2021). Dukungan sosial dan kebahagiaan lansia penghuni panti sosial di medan. Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 26(1), 121–142. DOI: https://doi.org/10.20885/psikologika.vol26.iss1.art7

Kirana, K. C. (2021). Logoterapi Pada Perempuan Lansia Warga Binaan Panti Wreda Yang Mengalami Kesepian. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 23(1), 46–64.

Muhith, A., & Siyoto, S. (2016). Pendidikan keperawatan gerontik. Penerbit Andi.

Nurdin, N., & Abdussalam, A. (2019). STRATEGI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ORANG TUA LANJUT USIA DI PANTI JOMPO SOSIAL BIREUEN ACEH. Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1).

Parasari, G. A. T., & Lestari, M. D. (2015). Hubungan dukungan sosial keluarga dengan tingkat depresi pada lansia di Kelurahan Sading. Jurnal Psikologi Udayana, 2(1), 68–77. DOI: https://doi.org/10.24843/JPU.2015.v02.i01.p07

Priyanto, M. A. (2018). Penanaman Nilai-Nilai Religius Melalui Kegiatan Keagamaan Pada Jamaah di Masjid Fatimatuzzahra Grendeng Purwokerto. IAIN Purwokerto.

Setyoadi, S., Ahsan, A., & Abidin, A. Y. (2013). Hubungan peran kader kesehatan dengan tingkat kualitas hidup lanjut usia. Journal of Nursing Science Update (JNSU), 1(2), 183–192.

Setyowati, S., Sigit, P., & Maulidiyah, R. I. (2021). Spiritualitas Berhubungan dengan Kesepian pada Lanjut Usia. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 4(1), 67–78.

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Syamsuddin, S., & Azman, A. (2012). Memahami Dimensi Spiritualitas dalam Praktek Pekerjaan Sosial. Sosio Informa: Kajian Permasalahan Sosial Dan Usaha Kesejahteraan Sosial, 17(2). DOI: https://doi.org/10.33007/inf.v17i2.97

Zakiyah, Z., & Darodjat, D. (2020). Efektifitas pembinaan religiusitas lansia terhadap perilaku keagamaan (Studi pada lansia Aisyiyah Daerah Banyumas). Islamadina: Jurnal Pemikiran Islam, 69–80. DOI: https://doi.org/10.30595/islamadina.v0i0.6919

Downloads

Published

2023-10-01

How to Cite

Fani Masruroh, & Hielmi Anjaini Rahma. (2023). Kualitas Religius dan Kesehatan Psikologis pada Lansia yang Mengikuti Kajian Rohani. Assertive: Islamic Counseling Journal, 2(2), 1–18. https://doi.org/10.24090/j.assertive.v2i2.9977