Critical Analysis of Seblang Tradition of Banyuwangi Osing Tribe Community in Islamic Perspective
DOI:
https://doi.org/10.24090/jimrf.v11i2.6096Kata Kunci:
Seblang Tradition, Islamic Values, Acculturation, SolidarityAbstrak
Artikel ini membahas mengenai sebuah tradisi yang disakralkan oleh masyarakat suku Osing Banyuwangi yaitu tradisi Seblang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang berfokus untuk melihat tradisi Seblang yang berkembang di masyarakat suku Osing menggunakan perspektif Islam. Hasil penelitian dalam artikel ini menyatakan bahwa: pertama, tradisi Seblang yang berkembang di masyarakat suku Osing merupakan bentuk pelestarian budaya yang didalamnya terdapat unsur ritual. Beberapa masyarakat menganggap bahwa tradisi Seblang merupakan bentuk syirik dalam Islam dikarenakan ritualnya yang dianggap memuja setan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hal tersebut terlihat dari prosesi dalam ritual Seblang, dimana dalam tarian Seblang harus dipimpin oleh dukun untuk membaca mantra dan memanggil roh halus yang nantinya akan merasuki penari Seblang. Roh halus ini diyakini masyarakat sebagai roh Buyut Kethut, Buyut Rasio, dan Buyut Jalil, roh-roh inilah yang dianggap sebagai penjaga Desa dan dapat memberkahi jalannya tradisi Seblang. Kedua, meskipun tradisi Seblang dianggap syirik dan memuja setan, tetapi dalam tradisi tersebut terjadi akulturasi antara kebudayaan lokal dan ajaran Islam berupa adanya doa-doa yang dipanjatkan dalam acara tahlilan sebelum tradisi Seblang dimulai. Selain itu, setelah ditelaah lebih dalam tradisi Seblang ini juga dapat mempererat solidaritas sosial antar masyarakat, menjalin silaturahmi, sebagai perekat sosial, dan juga memperkuat rasa nasionalisme berbentuk pelestarian budayaUnduhan
Data unduhan belum tersedia.
Referensi
Al-Amri, Limyah. Haramain, Muhammad. “Akulturasi Islam dalam Budaya Lokal” Kuriositas: Mdia Komunikasi Sosial dan Keagamaan 12 (2) 2017.191–204.
Al-Qurtuby, Sumanto. Tradisi Dan Kebudayaan Nusantara. Semarang: Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Press. 2019.
Buhori. “Islam dan Tradisi Lokal di Nusantara: Telaah Kritis terhadap Tradisi Pelet Betteng pada Masyarakat Madura dalam Perspektif Hukum Islam.” Al-Maslahah: Jurnal Ilmu Syariah 13 (2) 2017). 229–246.
Darwis, Robi. “Tradisi Ngaruwat Bumi dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang)” 1. No. September (2017): 75–83.
Jufri, Muhammad. and Zulham Nur Hali. “Tradisi Ritual Seblang dalam Perspektif Hukum Islam di Desa Olehsari Kecamatan Glagah Banyuwangi.” LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan 11. No. 1 (2017): 5–24.
Khoirunnisa, Kania. Salvira Y Pertiwi. Rima, Listia. and Dahliyana, Asep. “Tradisi ‘ Ngameli ’ dalam Perspektif Agama Islam dan Budaya Pada Mayarakat Gedebage Bandung” Sosio Religi: Jurnal Kajian Pendidikan Umum. 18. No. 2 (2020): 45–55.
Marzuki. “Tradisi dan Budaya Masyarakat Jawa dalam Perspektif Islam.” Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta(2006):1–13. https://scholar.google.co.id/scholar?oi=bibs&cluster=9013396128585023864&btnI=1&hl=id.
Sari, Niar Mita. “Fungsi Kesenian Tari Seblang bagi Masyarakat Desa Olehsari dan Kelurahan Bakungan di Banyuwangi Jawa Timur” (2017): 1–12.
Sumpena, Deden. “Islam dan Budaya Lokal : Kajian terhadap Interelasi Islam dan Budaya Sunda” Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol. 6. No. 1 (2012): 101–120.
Widiana, Nurhuda. “Budaya Lokal dalam Tradisi ‘Nyumpet’ di Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara.” Jurnal Ilmu Dakwah 35. No. 2 (2017): 286.
Yashi, Almira Puspita. “Ritual Seblang. Masyarakat Using di Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Jawa Timur.” Jurnal Haluan Sastra Budaya 2(1) 2018.
Zackaria. Fahmi, Reinaldo. Eddy, I Wayan Tagel. Ayu, Ida. and Sidemen, Wirasmini. “Seblang : Sebuah Ritual Tari di Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur Tahun 1990-2017” (2019): 298–303.
Al-Qurtuby, Sumanto. Tradisi Dan Kebudayaan Nusantara. Semarang: Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Press. 2019.
Buhori. “Islam dan Tradisi Lokal di Nusantara: Telaah Kritis terhadap Tradisi Pelet Betteng pada Masyarakat Madura dalam Perspektif Hukum Islam.” Al-Maslahah: Jurnal Ilmu Syariah 13 (2) 2017). 229–246.
Darwis, Robi. “Tradisi Ngaruwat Bumi dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang)” 1. No. September (2017): 75–83.
Jufri, Muhammad. and Zulham Nur Hali. “Tradisi Ritual Seblang dalam Perspektif Hukum Islam di Desa Olehsari Kecamatan Glagah Banyuwangi.” LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan 11. No. 1 (2017): 5–24.
Khoirunnisa, Kania. Salvira Y Pertiwi. Rima, Listia. and Dahliyana, Asep. “Tradisi ‘ Ngameli ’ dalam Perspektif Agama Islam dan Budaya Pada Mayarakat Gedebage Bandung” Sosio Religi: Jurnal Kajian Pendidikan Umum. 18. No. 2 (2020): 45–55.
Marzuki. “Tradisi dan Budaya Masyarakat Jawa dalam Perspektif Islam.” Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta(2006):1–13. https://scholar.google.co.id/scholar?oi=bibs&cluster=9013396128585023864&btnI=1&hl=id.
Sari, Niar Mita. “Fungsi Kesenian Tari Seblang bagi Masyarakat Desa Olehsari dan Kelurahan Bakungan di Banyuwangi Jawa Timur” (2017): 1–12.
Sumpena, Deden. “Islam dan Budaya Lokal : Kajian terhadap Interelasi Islam dan Budaya Sunda” Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol. 6. No. 1 (2012): 101–120.
Widiana, Nurhuda. “Budaya Lokal dalam Tradisi ‘Nyumpet’ di Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara.” Jurnal Ilmu Dakwah 35. No. 2 (2017): 286.
Yashi, Almira Puspita. “Ritual Seblang. Masyarakat Using di Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Jawa Timur.” Jurnal Haluan Sastra Budaya 2(1) 2018.
Zackaria. Fahmi, Reinaldo. Eddy, I Wayan Tagel. Ayu, Ida. and Sidemen, Wirasmini. “Seblang : Sebuah Ritual Tari di Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur Tahun 1990-2017” (2019): 298–303.
Unduhan
Diterbitkan
2022-08-22
Cara Mengutip
Prastiwi Berlianti, D. A., & Amini, S. A. (2022). Critical Analysis of Seblang Tradition of Banyuwangi Osing Tribe Community in Islamic Perspective. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr, 11(2), 159–168. https://doi.org/10.24090/jimrf.v11i2.6096
Terbitan
Bagian
Islam dan Budaya Lokal
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

