NILAI, PERAN, SERTA FUNGSI SHALAT DAN MASJID DALAM MENYIKAPI PROBLEMATIKA MASYARAKAT MODERN
DOI:
https://doi.org/10.24090/jimrf.v7i1.2766Keywords:
Modern society, Masjid, shalat.Abstract
Religion doesn’t only teach vertical worship, but also teaches horizontal worship. The point is that religion leads people, as social beings, to live kindly with others. Shalat in Islam contains two aspects above. Prayers (shalat) are preferred for doing congregrated. The aims are to gether people in one place, so they able to socialize with others. In addition, masjid can also be used as a socialization place, not only as a worship place. Even less in modern era, where there is a distance between individuals and their society. To treat the disease of modern society, the author sees that masjid can be used as a medium to unite the individualist modern society. In this case, the autor makes Masjid Nabawi as a model role. By observing the values of congregational prayer, roles and functions of Masjid Nabawi in Prophet era, the author offers that masjid can be used as a place for society to socialize.Downloads
Download data is not yet available.
References
Abdu al-Qahir al-Baghdadi. Al-NÄsikh wa al-MansÅ«kh. Oman: Dar al-‘Adwi. T.Tp.
Abu al-Hasan ‘Ali al-Jurjani. Al-Ta’rÄ«fÄt. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah. 2009.
Ali, Atabik & Muhdlor, A. Zuhdi. Kamus Kontemporer Arab – Indonesia. Yogyakarta: Multi Karya Grafika. 2003.
Al-Mazru’, Mona Shalih Abdullah. Fikih Shalat Imam al-Bukhari. Jakarta: Pustaka Azzam. 2011.
Dewi, Reni Puspita. Spiritualitas Manusia Modern Persfektif Armahedi Mahzar, (Skripsi), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia, 2017.
Fauziyah, Siti Rochmatul. Peran Tokoh Agama dalam Masyarakat Modern Menurut Anthony Giddens. (Skripsi), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia, 2014.
Hadryant, Aisyah Nur. Masjid Sebagai Pusat Pengembangan Masyrakat: Intergrasi Konsep Habluminallah, Habluminannas, dan Hablunminal’alam. Malang: UIN Maliki Press. 2010.
Hidayat, Arif. Masjid dalam Menyikapi Peradaban Baru, 7 (1), 2014, 13-26.
Ibnu Hajar al-‘Asqalani. Fath al-BÄrÄ«. Beirut: Dar al-Fikr. 1993.
Karim, M. Rusli. Agama Modernisasi dan Sekularisasi. Yogyakarta: PT Tiara Wacana. 1994.
Khalid, Amr. Jejak Rasul: Membedah Kebijkan dan Strategi Politik dan Perang. Terj, Mansur. Yogyakarta: A+ Books. 2009.
Kurniawan, Syamsul. Masjid dalam Lintasan Sejarah Umat Islam, 4 (2), 2014, 169-184.
Maksum, Ali. Tasawuf sebagai Pembebas Manusia Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2002.
Munawwir, Ahmad Warson. Al-Munawwir Kamus Arab Indonesia. Surabaya: Pustaka Progressif. 1997.
Naimatul, Hidayah. Nilai Shalat Berjamaah dalam Membina Akhlak Siswa di SMP Empu Tantular Semarang: Perspektif Bimbingan dan Penyuluhan Islam, (Skripsi), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang, Indonesia, 2015.
Nashir, Haedar. Agama dan Krisis Kemanusian Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1997.
Nasr, Sayyed Hossein. Islam dan Nestapa Manusia Modern. Terj. Anas Mahyuddin. Bandung: Pustaka. 1983.
Rohliyah. Spiritual Quotient (SQ) dan Tasawuf bagi Masyarakat Modern: Telaah Substansi dan Fungsi. (Skripsi), Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo, Semarang, Indonesia, 2006.
Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri. Al-Rahiq al-Makhtum. Terj. Agus Suwandi. Jakarta: Ummul Qura. 2014.
Shihab, Quraish. (2017). Cara Nabi Muhammad Menyikapi Kebhinekaan Madinah. By (https://tirto.id/cara-nabi-muhammad-menyikapi-kebhinekaan-madinah-cqea)Suyoto, dkk (ed.). Postmodernisme dan Masa Depan Peradaban. Yogyakarta: Aditya Media. 1994.
Tang, Norasma Binti Ambok. Trinitas dalam Kristen Protestan dan Trimurti dalam Hindu: Studi tentang Ketuhanan dalam Kristen Protestan dan Hindu, (Skripsi), Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau, Indonesia, 2010.
Zainuddin al-Malibari. Fathu al-Mu’īn. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah. 1998.
Abu al-Hasan ‘Ali al-Jurjani. Al-Ta’rÄ«fÄt. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah. 2009.
Ali, Atabik & Muhdlor, A. Zuhdi. Kamus Kontemporer Arab – Indonesia. Yogyakarta: Multi Karya Grafika. 2003.
Al-Mazru’, Mona Shalih Abdullah. Fikih Shalat Imam al-Bukhari. Jakarta: Pustaka Azzam. 2011.
Dewi, Reni Puspita. Spiritualitas Manusia Modern Persfektif Armahedi Mahzar, (Skripsi), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia, 2017.
Fauziyah, Siti Rochmatul. Peran Tokoh Agama dalam Masyarakat Modern Menurut Anthony Giddens. (Skripsi), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia, 2014.
Hadryant, Aisyah Nur. Masjid Sebagai Pusat Pengembangan Masyrakat: Intergrasi Konsep Habluminallah, Habluminannas, dan Hablunminal’alam. Malang: UIN Maliki Press. 2010.
Hidayat, Arif. Masjid dalam Menyikapi Peradaban Baru, 7 (1), 2014, 13-26.
Ibnu Hajar al-‘Asqalani. Fath al-BÄrÄ«. Beirut: Dar al-Fikr. 1993.
Karim, M. Rusli. Agama Modernisasi dan Sekularisasi. Yogyakarta: PT Tiara Wacana. 1994.
Khalid, Amr. Jejak Rasul: Membedah Kebijkan dan Strategi Politik dan Perang. Terj, Mansur. Yogyakarta: A+ Books. 2009.
Kurniawan, Syamsul. Masjid dalam Lintasan Sejarah Umat Islam, 4 (2), 2014, 169-184.
Maksum, Ali. Tasawuf sebagai Pembebas Manusia Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2002.
Munawwir, Ahmad Warson. Al-Munawwir Kamus Arab Indonesia. Surabaya: Pustaka Progressif. 1997.
Naimatul, Hidayah. Nilai Shalat Berjamaah dalam Membina Akhlak Siswa di SMP Empu Tantular Semarang: Perspektif Bimbingan dan Penyuluhan Islam, (Skripsi), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang, Indonesia, 2015.
Nashir, Haedar. Agama dan Krisis Kemanusian Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1997.
Nasr, Sayyed Hossein. Islam dan Nestapa Manusia Modern. Terj. Anas Mahyuddin. Bandung: Pustaka. 1983.
Rohliyah. Spiritual Quotient (SQ) dan Tasawuf bagi Masyarakat Modern: Telaah Substansi dan Fungsi. (Skripsi), Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo, Semarang, Indonesia, 2006.
Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri. Al-Rahiq al-Makhtum. Terj. Agus Suwandi. Jakarta: Ummul Qura. 2014.
Shihab, Quraish. (2017). Cara Nabi Muhammad Menyikapi Kebhinekaan Madinah. By (https://tirto.id/cara-nabi-muhammad-menyikapi-kebhinekaan-madinah-cqea)Suyoto, dkk (ed.). Postmodernisme dan Masa Depan Peradaban. Yogyakarta: Aditya Media. 1994.
Tang, Norasma Binti Ambok. Trinitas dalam Kristen Protestan dan Trimurti dalam Hindu: Studi tentang Ketuhanan dalam Kristen Protestan dan Hindu, (Skripsi), Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau, Indonesia, 2010.
Zainuddin al-Malibari. Fathu al-Mu’īn. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah. 1998.
Downloads
Published
2017-01-31
How to Cite
Kurahman, T. (2017). NILAI, PERAN, SERTA FUNGSI SHALAT DAN MASJID DALAM MENYIKAPI PROBLEMATIKA MASYARAKAT MODERN. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr, 7(1), 109–129. https://doi.org/10.24090/jimrf.v7i1.2766
Issue
Section
Articles
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

