Penguatan Harmoni Keberagaman Santri melalui Kemah Pemuda Lintas Iman (Youth Interfaith Camp) di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto

Authors

  • Ulul Huda Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
  • Imam Suhardi
  • Noor Asyik
  • Iis Sugiarti Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Keywords:

Harmoni Keberagaman, Kemah Pemuda Lintas Iman, Santri, Pesantren

Abstract

Persoalan kemanusiaan sering menjadi pemicu konflik sosial, seperti persepsi dan prasangka dalam kehidupan antar agama. Prasangka ini dapat menyebabkan kebencian yang tidak berdasar.Untuk itu pengembangan wawasan pluralisme melalui pendekatan humanis-kultural sangatpenting untuk membangun pemahaman yang inklusif terhadap kelompok berbeda (agama). Halini dapat membantu mencegah prasangka dan stereotip negatif. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam, menghadapi tantangan pemahaman eksklusif dan ekstrim di kalangan santri danalumninya. Diperlukan alternatif pendidikan yang relevan untuk menangkal sikap keberagamaanyang fanatik-fundamentalistik. Maka forum penguatan harmoni keberagaman sangat penting untuk menjawab permasalahan dan tantangan santri, khususnya di Pesantren Mahasiswa An NajahPurwokerto. Pada program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan dalam bentukKemah Pemuda Lintas Iman (Youth Interfaith Camp). Adapun metode kegiatannya yaitu tahappersiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Adapun implikasi dari kegiatan tersebut yaitumampu meningkatkan pemahaman dan toleransi antar agama, membangun kerjasama serta komunikasi di antara peserta, menguatkan rasa harmonitas umat beragama, meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab sosial, menumbuhkan inklusivitas dalam beragama, serta membentuksantri yang moderat dan berwawasan luas.

References

Adrian Bedner. (2021). Pluralism Persuit

Justice: Cornelis Van Vollenhoven and

The COntinued Relevance of His Legacy

in Contemporary. Quaderni Fiorentini,

(1), 366.

Aisyah BM, S. (2014). Konflik Sosial dalam

Hubungan antar Umat Beragama. Jurnal

Dakwah Tabligh, 15(2), 189–208.

Askar Nur. (2021). Fundamentalisme,

Radikalisme dan Gerakan Islam di

Indonesia: Kajian Kritis Pemikiran Islam.

Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan

Studi Islam, 2(1), 28–36. https://doi.

org/10.55623/au.v2i1.16

Chairudin, M. (2022). Pendidikan Pesantren

untuk Perdamaian Dunia. Proceedings

of Annual Conference for Muslim

Scholars, 6(1), 104–110. https://doi.

org/10.36835/ancoms.v6i1.401

Dwi Afriyanto, A. A. A. (2023). Agama

sebagai Inspirasi Perdamaian dan

Anti Kekerasan pada Masayarakat

Multikultural Perspektif Islam. Jurnal

Religi, 19(1), 81.

Dwi Wahyuni. (2019). Gerakan Dialog

Keagamaan: Ruang Perjumpaan Antar

Umat Beragama di Kota Bandung.

Religious: Jurnal Studi Agama-Agama

Dan Lintas Budaya, 3(2), 188–197.

Hapsari Dwiningtyas Sulistyani, Turnomo

Rahardjo, L. R. R. (2020). The Social

Harmony of Local Religious Groups.

Informasi, 50(1), 85–96.

Hendri Masduki. (2016). Pluralisme dan

Multikulturalisme dalam Perspektif

Kerukunan Antar Umat Beragama

(Telaah dan Urgensinya dalam Sistem

Berbangsa dan Bernegara). Dimensi,

(1), 15–24.

Ismail Suardi Wekke. (2016). Harmoni Sosial

dalam Keberagaman dan Keberagamaan

Masyarakat Minoritas Muslim Papua

Barat. Kalam, 10(2), 297.

Mahtum, R. (2023). Aspek-Aspek Pendidikan

Fiqih di Pesantren untuk Membangun

Kesetaraan dan Perdamaian Dunia.

Jurnal Multidisiplin Ibrahimy, 1(1), 73–

https://doi.org/10.35316/jummy.

v1i1.3562

Manisha Sharma. (2015). Social Harmony for

Being Social. Global Journal of Human

Social Science: Sociiology & Culture,

(1), 3.

Muzakki, A. (2022). Menggali Nilai-Nilai

Islam Wasathiyah Dalam KitabKitab Pesantren Sebagai Modalitas

Mewujudkan Perdamaian Dunia.

HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman, 8(2),

–203. https://doi.org/10.55210/

humanistika.v8i2.833

Ngaini, U. N., & Salim, A. (2023). Implementasi

Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan

Perdamaian Di Pondok Pesantren

Sananul Huda Selorejo Blitar. JIPI

(Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam), 2(1),

–99. https://doi.org/10.58788/jipi.

v2i1.3371

Ritonga, R., Hamid, A., Siregar, I. R., Akhyar,

A., & ... (2023). Penguatan Moderasi

Beragama Bagi Santri Pondok Pesantren

Darussalam Parmeraan. … Masyarakat

Bumi …, 6(1), 101–107.

Rustam Ibrahim. (2018). PESANTREN DAN

PENDIDIKAN KEBANGSAAN: Studi

Tentang Buku al-Difâ‘ ‘ani al-Wathân

min Ahammi al-Wâjibât ‘ala Kulli

Wâhidin Minnâ Karya Kiai Muhammad

Said. Miqat, 42(1), 150.

Sabarudin. (2019). Kerukunan Hidup Antar

Umat Beragama Berbasis Kearifan Lokal.

Sosiologi Refelktif, 14(1), 7.

Saifuddin, Hasanah, S. M., & Ulfa, N. (2021).

Peace Education dan Pesantren:

Peluang dan Tantangan Pesantren

Dalam Mengajarkan Perdamaian. ALWIJDÃN Journal of Islamic Education

Studies, VI(2), 183–194. https://doi.

org/10.58788/alwijdn.v6i2.1153

Sumadi, E., Nisa, F. F., Nufus, I., Akhlis, F.,

& Yulianto, F. (2022). Pendidikan

Pesantren dan Moderasi Beragama (

Kajian di Pondok Pesantren Bali Bina

Insani Tabanan Bali ) Pendahuluan

mengkaji dan memperdalam ilmu-ilmu

keagamaan . Sebelum adanya. Jurnal

Pendidikan Islam, 10(02), 249–275.

Syaiful Arif. (2016). Islam, Radikalisme dan

Deradikalisasi Berbasis Pancasila.

Societas Dei, 3(2), 242.

Ulil Albab. (2018). Teori Mutakhir

Pembelajaran: Konsep Edutainment

dalam Pembelajaran Pendidikan Agama

Islam. El-Tarbawi: Jurnal Pendidikan

Islam, 11(1), 51–62.

Ulul Huda, Imam Suhardi, N. A. (2022).

Pluralism Camp: Menguatkan Sikap

Keberagamaan Inklusif pada Santri

di Pondok Pesantren Darul Falah

Kedungwuluh Purwokerto. Solidaritas:

Jurnal Pengabdian, 2(2), 151–168.

Yunus, F. M. (2014). Konflik Agama Di

Indonesia Problem Dan Solusi

Pemecahannya (Religious Conflicts in

Indonesia Problems and Solutions to

Solve them). Substantia : Jurnal IlmuIlmu Ushuluddin, 16(2), 217–228.

Downloads

Published

2025-01-28

How to Cite

Ulul Huda, Imam Suhardi, Noor Asyik, & Iis Sugiarti. (2025). Penguatan Harmoni Keberagaman Santri melalui Kemah Pemuda Lintas Iman (Youth Interfaith Camp) di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto. Solidaritas: Jurnal Pengabdian, 4(2), 129–142. Retrieved from https://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/sjp/article/view/12439