Penguatan Nilai Ideologi Bangsa melalui Sekolah Pancasila di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto
Keywords:
Penguatan Ideologi, Sekolah Pancasila, PesantrenAbstract
Kecenderungan inferioritas generasi muda semakin meningkat, ditandai dengan kekurangpercayaan diri terhadap budayanya sendiri. Pergaulan dan life style juga mengarah pada sikap individualis, materialis, hedonis, menggejolaknya politik identitas dan tidak jarang menujukkan pada perilaku yang amoral lainnya. Selain itu juga muncul pada konteks kebangsaan Indonesia yang mengakomodir pluralitas tersebut, tidak jarang memicu konflik dan perpecahan ditandai dengan muncul kelompok-kelompok kontra-Pancasila dengan dalih tidak sesuai dengan paham keagamaan yang dianut. Pesantren menjadi lembaga pendidikan Islam yang dinilai mampu membentuk santri dilandasi dengan nilai moralitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan penguatan nilai-nilai ideologi kebangsaan (Pancasila) kepada santri di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto melalui program Sekolah Pancasila. Metode pelaksanaa PkM ini meliputi tahap persiapan yaitu workshop kerja dan studi literatur, tahap pelakansaanya meliputi studi dokumen, workshop, studi meja, FGD dan Sekolah Pancasila dan terakhir adalah tahap pelaporan. Adapun program pengabdian ini adalah untuk menguatkan nilai-nilai ideologi kebangsaan pada santri di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto, sehingga memberikan penguatan santri dalam memahami dan menghayati nilai-nilai Pancasila sehingga dapat menjadi dasar dalam pola pikir dan berperilaku di dalam realitas kehidupan masyarakat yang beragam.References
Abdullah Munir. (2022). Literasi Moderasi Beragama. CV. Zigie Utama.
Alam, M. (2017). Studi Implementasi Pendidikan Islam Moderat dalam Mencegah Ancaman Radikalisme di Kota Sungai Penuh Jambi. Islamika, 17(2), 17.
Alfian. (1991). Pancasila sebagai Ideologi dalam Kehidupan Politik. In Pancasila sebagai Ideologi dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara (p. 198). BP7.
Azizah, I. (2020). Model Pluralisme Agama Berbasis Kearifan Lokal “ Desa Pancasila ” di Lamongan. Fikrah, 8(279), 277–294. https://doi.org/10.21043/fikrah.v8i1.
Devyanne Oktari Anggraeni Dewi. (2021). Pemicu Lunturnya Nilai Pancasila pada Generasi Milenial. Jurnal Pekan, 6(1), 95.
Dja’far, A. M. (2018). Intoleransi: Memahami Kebencian dan Kekerasan atas Nama Agama. PT Elex Media Komputindo.
Harles Anwar. (2019). Nilai-nilai Pendidikan Pesantren sebagai Core Value; dalam Menjaga Moderasi Islam di Indonesia. Jurnal Islam Nusantara, 3(2).
Hendri, Cecep Dermawan, M. H. (2018). Penanaman Nilai-Nilai Pancasila pada Kehidupan Snatri di Pondok Pesantren. Jurnal Civies, 15(2), 109.
Hendri. (2022). Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan melalui Pendidikan Pesantren dalam Membentuk Keadaban Moral Santri. Jurnal Kewarganegaraan, 17(1), 40.
M. Fudholi Zaini. (1999). Tarekat, Pesantren dan Budaya Lokal. Sunan Ampel Press.
M. Sastrapratedja. (1991). Pancasila Sebagai Ideologi dalam Kehidupan Budaya. In Pancasila sebagai Ideologi dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara, (p. 154). BP7.
Nurkholik Affandi. (2012). Harmoni dalam Keragaman (Sebuah Analisis tentang Konstruksi Perdamaian Antar Umat Beragama). Jurnal Komunikasi Dan Sosial Keagamaan, 15(1), 72.
Rustam Ibrahim. (2018). PESANTREN DAN PENDIDIKAN KEBANGSAAN: Studi Tentang Buku al-Difâ‘ ‘ani al-Wathân min Ahammi al-Wâjibât ‘ala Kulli Wâhidin Minnâ Karya Kiai Muhammad Said. Miqat, 42(1), 150.
Syaiful Arif. (2018). Islam, Pancasila, dan Deradikalisasi: Meneguhkan Nilai Keindonesiaan. PT Elex Media Komputindo.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ulul Huda, Noor Asyik, Imam Suhardi, Iis Sugiarti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






