Relevansi Pemikiran Paulo Freire Terhadap Pendidikan Pembebasan di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU Karangklesem

Authors

  • Halimatu Sa'diyah Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU Karangklesem
  • Suwito Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.24090/jnr.v4i2.15507

Keywords:

Pendidikan Pembebasan, Paulo Freire, Humanisme, Madrasah Ibtidaiyah

Abstract

Pendidikan secara ideal berfungsi sebagai sarana pembebasan manusia dari penindasan, kebodohan, dan ketidakadilan, sehingga mampu melahirkan individu yang kritis, otonom, dan berdaya. Namun praktik pendidikan di Indonesia, termasuk pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), masih kerap terjebak dalam pola pendidikan gaya bank sebagaimana dikritik Paulo Freire. Model tersebut tidak hanya mereduksi peserta didik menjadi wadah kosong, tetapi juga mempertahankan relasi kuasa yang menghambat proses humanisasi. Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana gagasan pendidikan pembebasan benar-benar diimplementasikan secara nyata, bukan sekadar dikutip sebagai konsep normatif. Penelitian ini bertujuan menelaah relevansi dan implementasi pendidikan pembebasan menurut perspektif Freire di MI Ma’arif NU Karangklesem. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi kelas, wawancara, dan studi pustaka. Pendekatan ini dipilih untuk menangkap praktik pedagogis secara empiris, sehingga analisis tidak berhenti pada penilaian teoritis yang dangkal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian guru telah menerapkan unsur pendidikan dialogis, misalnya membuka ruang diskusi, memberi kesempatan siswa mengemukakan pendapat, serta mengaitkan materi dengan pengalaman konkret. Namun, penerapan tersebut belum merata dan cenderung sporadis. Praktik pendidikan gaya bank masih tampak pada mata pelajaran yang berorientasi hafalan atau dianggap “pakem”, sehingga pembelajaran berjalan satu arah dan minim dialog. Kondisi ini mengindikasikan bahwa transformasi pedagogis belum sepenuhnya terinternalisasi, baik karena kultur sekolah yang hierarkis maupun keterbatasan kapasitas guru. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan komitmen dan kompetensi pedagogik untuk mendorong pembelajaran yang lebih humanistik dan membebaskan di MI.

References

Apriyadi, F., & Noviani, D. (2024). KONSEP HUMANISASI DALAM PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR. Jurnal Kajian Agama Islam, 8(11). https://rel.ojs.co.id/index.php/jkai/article/view/186

Apriyanto, A., Setiawardani, W., & Yusron, E. (2021). CRITICAL PEDAGOGY: THE ROLE OF STUDENT DIGITAL LITERACY IN UNDERSTANDING CRITICAL PEDAGOGY. PrimaryEdu : Journal of Primary Education, 5(2), 235–235. https://doi.org/10.22460/pej.v5i2.2752

Cahyani, I. G., & Wibowo, S. (2025). Systematic Literature Review: Filsafat Paulo Freire dalam Dunia Pendidikan Berbasis Kritis dan Humanisasi : Systematic Literature Review: Paulo Freire’s Philosophy in the World of Critical and Humanistic Education. Jurnal Filsafat Indonesia, 8(3), 445–456. https://doi.org/10.23887/jfi.v8i3.88560

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2017). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. SAGE Publications.

Freire, P. (1972). Pedagogy of the Oppressed. Penguin Books.

Freire, P. (2022). Pendidikan Kaum Tertindas. Medpress Digital.

Ismanto, H., Antony, R., & Mulyatno, C. B. (2024). Pengalaman Komunikasi Dialogis Para Guru dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Pendidikan: Teachers’ Dialogic Communication Experiences in Improving the Quality of Educational’s Service. Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, Dan Pengajaran, 8(1), 18–26. https://doi.org/10.29407/jbsp.v8i1.22323

Juleha, J., Aliya, N., & Suleho, S. (2025). Pendidikan Sebagai Proses Memanusiakan Manusia. JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA, 3(3), 386–396. https://doi.org/10.61722/jipm.v3i3.959

Khofifah, B., Fendrik, M., & Wita, N. (2024). Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Pemahaman Konsep IPAS Siswa Sekolah Dasar. EDUKATIF: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(5), 50–61.

Marfu’ah, H. (2021). Pendidikan Sepanjang Hayat dan Berbagai Implikasinya. JURNAL PENDIDIKAN DAN KAJIAN ASWAJA, 7(2), 87–100. https://doi.org/10.56013/jpka.v7i2.1159

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2013). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.

Vrikki, M., Wheatley, L., Howe, C., Hennessy, S., & Mercer, N. (2019). Dialogic practices in primary school classrooms. Language and Education. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/09500782.2018.1509988

Wilkinson, I. A. G., Reznitskaya, A., Bourdage, K., Oyler, J., Glina, M., Drewry, R., Kim, M.-Y., & Nelson, K. (2017). Toward a more dialogic pedagogy: Changing teachers’ beliefs and practices through professional development in language arts classrooms. Language and Education, 31(1), 65–82. https://doi.org/10.1080/09500782.2016.1230129

Downloads

Published

2025-11-28

How to Cite

Sa'diyah, H., & Suwito. (2025). Relevansi Pemikiran Paulo Freire Terhadap Pendidikan Pembebasan di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU Karangklesem. Jurnal Nusantara Raya, 4(2), 130–141. https://doi.org/10.24090/jnr.v4i2.15507

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.