Peran Abah Anom Dalam Bidang Politik Tahun 1950-2011
Keywords:
Abah Anom, TQN SuryalayaAbstract
Hiroko Horikoshi dalam sebuah penelitiannya menyebutkan bahwa kyai bisa dibedakan dari pengaruh karismanya. Kyai dipercayai memiliki keunggulan secara moral maupun sebagai seorang alim. Oleh karenanya, keberadaan seorang kyai mampu menarik perhatian pejabat-pejabat nasional yang dianggap memeiliki pengaruh tersendiri yang bisa diperhitungkan. KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin merupakan sosok kyai yang memiliki karisma bagi semua kalangan. Kyai yang memimpin Pondok Pesantren Suryalaya sampai tahun 2011 ini ternyata tidak hanya berperan sebagai seseorang yang memiliki andil dalam bidang agama seperti halnya kyai yang lain. Kenyataanya ia memiliki peran lain dalam berbagai bidang diantaranya Politik. Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui tentang peran yang dilakukan oleh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin sebagai seorang kyai dalam bidang Politik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu suatu metode yang bertujuan menggambarkan kenyataan yang terjadi di lapangan meliputi individu, kelompok, gejala dan hubungan antara suatu gejala dengan gejala lain dalam suatu masyarakat. Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini melalui empat tahap, yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Dengan metode dan langkah-langkah tersebut maka hasil penemuan penulis antara lain bahwa peran KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin dalam empat bidang tersebut sangat terlihat. Misalnya dalam bidang Politik yang sudah terlihat sejak tahun 1955.References
Patoni, Achmad. (2007). Peran kyai pesantren dalam partai politik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kusdiana, Ading. (2014). Sejarah Pesantren. Bandung: Humaniora.
Salahudin, Asep. Komunikasi Kaum Tarekat (Disertasi).
Residah, Didah. (1995). Riwayat Abah Sepuh”. Tasikmalaya: Yayasan Serba Bakti.
HB. Siswanto. (1996). Perjalanan Pondok Pesantren Suryalaya. Tasikmalaya: Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya.
Nasution, Harun. (1990). Thoriqot Qodiriyah Naqsabandiyah: Sejarah, Asal-usul dan Perkembangannya; Kenang-kenangan Ulang Tahun Pondok Pesantren Suryalaya ke-85. Tasikmalaya: Yayasan Serba Bakti.
Karel A Stenbrink. (1994). Pesantren Madrasah Sekolah, Pendidikan Islam dalam kurun waktu Modern. Jakarta: LP3S.
Ziemiek, Manfred. (1986). Pesantren dalam Perubahan Sosial. Jakarta: P3M.
Bruinessen, M. van, & Howell, J. D. (Eds.). (2008). Urban Sufism. Jakarta: Rajawali Pers.
Sekretariat Pondok Pesantren Suryalaya, “Kumpulan Maklumat Syaikh Mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya”.
Suprayogo, Imam. (2007). Kiai dan Politik, Membaca Citra Politik Kiai. Malang: UIN Malang Press.
Thohir, Ajid. (2015). Gerakan Politik Kaum Tarekat. Tasikmalaya: Hilmi Inti Perdana.
Zakaria, Adeng dkk. (2000). Perjalanan Pondok Pesantren Suryalaya: Kenangan Ulang Tahun ke-95 Pondok Pesantren Suryalaya. Yayasan Serba Bakti.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dudin Samsudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





