Sejarah Dan Pengaruh Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah Di Desa Rantewringin Kebumen Tahun (1933-1982)
Keywords:
Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah., Islam Historis, Pengaruh Sosial-Keagamaan, Fungsionalisme Struktural, RantewringinAbstract
Penelitian ini mengkaji sejarah perkembangan dan pengaruh sosial-keagamaan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) di Desa Rantewringin, Kecamatan Buluspesanten, Kabupaten Kebumen, pada kurun waktu 1933-1982. Fokus kajian ini dilatarbelakangi dari minimnya kajian penelitian mengenai pengaruh TQN dalam membentuk corak Islam di masyarakat dan peranannya dalam perubahan keagamaan masyarakat dari Abangan menuju ajaran Islam yang lebih terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sosial-keagamaan TQN di Desa Rantewringin serta menjelaskan bagaimana pengaruh tersebut melahirkan perubahan sosial-keagamaan yang terjadi di masyarakat pada periode 1933-1982. Metode penelitian menggunakan pendekatan sejarah kualitatif melalui empat tahapan: heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui wawancara dengan keturunan mursyid, badal dan jamaah, serta diperkuat dengan arsip dan penelitian terdahulu. Analisis ini menggunakan Teori Fungsionalisme Struktural (Talcott Parsons) untuk melihat fungsi TQN dalam memenuhi kebutuhan adaptasi, integrasi, pencapaian tujuan, dan pemeliharaan pola (AGIL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pengaruh TQN berkembang melalui pengesahan geneologis kemursyidan K.H. Muhammad Ghozali. Pengaruh ini terwujud melalui perubahan kehidupan sosial-keagamaan, yang tampak dalam penyebaran ajaran dzikir, pendidikan sorogan, dan internalisasi nilai tasawuf. Adanya kegiatan rutin seperti manaqiban, haul, pengajian dan khataman memperkuat solidaritas sosial, pendidikan keagamaan, serta memperluas jaringan jamaah hingga ke luar desa. Temuan ini menegaskan bahwa TQN di Desa Rantewringin berperan sebagai agen perubahan yang mendorong transformasi sosial-keagamaan masyarakat, sehingga membentuk corak Islam di masyarakat yang khas di wilayah tersebut.References
Abdurrahman, D. (2019). Metode Penelitian Sejarah Islam. Penerbit Ombak.
Alba, C. (2012). Tasawuf dan tarekat: Dimensi esoteris ajaran Islam (Cetakan pertama). Penerbit PT Remaja Rosdakarya.
Bruinessen, M. van. (1994). Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia: Survei historis, geografis dan sosiologis (Rev. ed). Penerbit Mizan.
Geogre, R. (2014). Teori Sosiologi Modern (7 ed Prenadamedia.).
Kuntowijoyo. (2003). Metodologi sejarah (Ed. 2). Tiara Wacana Yogya.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu sejarah (1 ed.). Tiara Wacana.
Muvid, M. B. (2021). Tarekat sebagai lembaga pendidikan sufistik: Melacak pergerakan, perjuangan, dan pengajaran kaum tarekat Nusantara (Edisi pertama, cetakan I). Pustaka Diniyah.
Nasution, H. (2010). Falsafat dan mistisisme dalam Islam. PT Bulan Bintang.
Parsons, T., & Bryan, T. (2013). Social System (2nd ed). Taylor and Francis.
Priyadi, S. (2011). Metode Penelitian Sejarah (II). Pustaka Pelajar.
Raho, B. (2021). Teori Sosiologi Modern. Moya Zam Zam.
Rokhman, M. (2017). Sejarah Perkembangan Tarekat Qadiriyah Wa Nasyabandiyah Di Jawa Timur, Pada Masa Kepemimpinan Mursyid KH Mustain Romly 1958-1984. AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah, 5.
Sri Mulyati. (2011). Mengenal & memahami tarekat-tarekat muktabarah di Indonesia (Ed. 4). Kencana.
Sholihah, M., Maarif, M.A., & Romadhan, M.S. (2021). Konseling Islam Dengan Dzikir Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah: Mengatasi Kegelisahan Jiwa Dan Bathin. Al-Afkar, Journal For Islamic 4.
Zakiyah. (2014). Ajaran Tasawuf Dalam Naskah Makamat. Jurnal Lektur Keagamaan, 12.
Mu’min, M. (2014). Sejarah Tarekat Qodiriyah Wan Naqsabandiyah Piji Kudus. Fikrah, 2 (No. 1).
Syamsudin, H. (2007). Metodologi Sejarah (2 ed.). Ombak.
Marzuki, Marzuki. Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Suryalaya: Penyebaran Dan Pengaruhnya Di Aceh. Nizham Journal of Islamic Studies, vol. 2, no. 1, 2013.
Madrasah Diniyah AL-GHOZALI | Belajar Mengaji Menggapai Ridho Illahi diakses pada tanggal 12 Januari 2025 pukul 19:50 WIB.
https://www.suaramerdeka.com/religi/pr-043027929/kiai-ghozali-pejuang-dan-guru-tarekat diakses pada tanggal 22 Desember 2024 pukul 20:15 WIB.
Wawancara dengan K.H. Munnawir Ghozali selaku Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah pada tanggal 18 Juli 2025, pukul 08.30-09.15 WIB.
Wawancara dengan Zakariya al-Ansor selaku cucu ke-6 K.H. Muhammad Ghozali pada tanggal 5 April 2024, pukul 09.44-10.32 WIB.
Wawancara dengan Syamsul Hidayah selaku cucu ke-1 K.H. Muhammad Ghozali pada tanggal 12 Juni 2024, pukul 13.38-14.27 WIB.
Wawancara dengan Damiri selaku murid K.H. Muhammad Ghozali pada tanggal 17 Juli 2025, pukul 10.10-11.45 WIB.
Wawancara dengan Mukhtar Khudori selaku Badal Tarekat pada tanggal 18 Oktober 2024, pukul 20.11-21.38 WIB.
Wawancara dengan Bukhori selaku Badal Tarekat pada tanggal 19 Oktober 2024, pukul 19.46-20.39 WIB
Wawancara dengan Najati selaku Jamaah Tarekat pada tanggal 20 Oktober 2024, pukul 19.12-20.01 WIB.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tifani Septianisa, Nasrudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





