Aceh Dalam Arus Keilmuan Islam Abad Ke-17: Dari Haramain Ke Dunia Melayu

Authors

  • Siti Sara Universitas Sumatera Utara
  • Suprayitno Suprayitno Universitas Sumatera Utara

Keywords:

Aceh, Ulama, Melayu, Islamisasi

Abstract

Artikel ini membahas inisiasi dan peran aktif sultan dan ulama Aceh dalam membentuk serta mengembangkan jaringan keilmuan Islam yang terhubung secara global, khususnya pada masa Kesultanan Aceh Darussalam. Sejak awal Islamisasi di wilayah ini, institusi dayah telah berperan sebagai pusat pendidikan Islam yang menghasilkan ulama-ulama berpengaruh hingga ke berbagai penjuru Nusantara dan dunia Melayu. Hubungan dengan Timur Tengah diperkuat melalui kedatangan ulama asing, pengiriman pelajar ke Haramain, serta proses vernakularisasi literatur keagamaan ke dalam bahasa Melayu. Artikel ini juga menyoroti tradisi penulisan kitab dalam aksara Jawi, pengaruh pemikiran Persia, serta kontribusi para tokoh penting seperti al-Raniri dan al-Sinkili dalam pengembangan ilmu fikih, tasawuf, tafsir, dan sejarah. Melalui analisis ini, tulisan ini menegaskan bahwa Aceh menjadi episentrum keilmuan Islam di Asia Tenggara yang memainkan peranan penting dalam membentuk identitas keilmuan dan keberislaman dunia Melayu.

References

A. Hasjmy. (1983). Kebudayaan Aceh Dalam Sejarah. Cetakan. Penerbit Beuna.

Al-Attas, S. M. N. (1986). A Commentary on the: Hujjat Al-Siddiq of Nu al-Din ar-Raniry. Ministry of Culture, Youth, and Sports.

Al-Attas, S. M. N. (2018). Preliminary Statement of A General Theory of The Islamization of The Malay-Indonesia Archipelago. Ta’dib International.

Amrun, J., & Khairiyah, K. (2020). Jejak-Jejak Dakwah Budaya: Konversi Agama Massal di Asia Tenggara abad XV-XVII. Idarotuna, 2(2), 34–43. https://doi.org/10.24014/idarotuna.v2i2.9554

Azyumardi Azra. (2013). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad 17-18 (3rd ed.). Kencana.

Dhuhri, S. (2014). Dayah : Menapaki Jejak Pendidikan Warisan Endatu Aceh.

Hadi, A. (2010). Aceh Sejarah, Budaya, dan Tradisi. Yayasan Obor Indonesia.

Hasbi, A. (2017). Menatap Masa Depan dayah di Aceh. Pena.

Iskandar, T. (2011). Aceh as a crucible of Muslim-Malay literature. In Mapping the Acehnese Past (pp. 39–64). KITLV. https://doi.org/10.1163/9789004253599_007

Malik, M. P. A., & Faisal. (2022). Penulisan Karya Melayu Islam Klasik Abad Ke-17: Perbincangan Karya-Karya Terpilih (17. Journal of Tamaddun , 17(2), 181–192.

Miftahuddin. (2017). Tarjuman Al Mustafid: Khazanah Tafsir Berbahasa Melayu Pertama di Nusantara. Madania Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 11(2), 97–104.

Mubarak, H. (2017). FROM ACEH FOR NUSANTARA: THE CONTRIBUTION OF 18TH CENTURY ACEHNESE ULAMAS WORK IN THE INTEGRATION OF SCIENCE. Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage, 6(1), 1–20. https://doi.org/10.31291/hn.v6i1.120

Sara, S. (2023). NASKAH “MASĀ´IL AL-MUHTADĪ” (Suntingan dan Analisis Isi). In Diploma Thesis. UIN Sumatera Utara.

Sara, S., Asari, H., & Yasmin, N. (2024). Asas Ajaran Agama Islam : Catatan dari Naskah Masail Al-Muhtadi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3).

Zulkhairi Teuku. (20019). PEMBELAJARAN KITAB ARAB-MELAYU DI ACEH BESAR SEBAGAI PROSES TRANSFER ILMU AGAMA ISLAM. Mudarrisuna, 09(2), 374–397.

Downloads

Published

2025-07-31

How to Cite

Sara, S., & Suprayitno, S. (2025). Aceh Dalam Arus Keilmuan Islam Abad Ke-17: Dari Haramain Ke Dunia Melayu . JSI: Jurnal Sejarah Islam, 4(1), 21–30. Retrieved from https://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/jsij/article/view/14836