Analisis Kegagalan Transisi Demokrasi Di Mesir Pasca-Arab Spring
Keywords:
Arab Spring, Demokrasi Mesir, Militer, EkonomiAbstract
Artikel ini mengkaji kegagalan transisi demokrasi di Mesir pasca-Arab Spring. Arab Spring memicu serangkaian peristiwa yang berdampak signifikan terhadap stabilitas politik Mesir. Pergeseran politik yang sudah terjadi setelah mundurnya Husni Mubarak dari kekuasaanya, tidak menampakan kondisi demokrasi Mesir yang kembali pulih. Kemenangan Mursi dalam pemilihan umum tidak menjadi jaminan berlangsungnya proses demokratisasi yang berkelanjutan di Mesir. Penelitian ini berfokus pada pemahaman mendalam mengenai kegagalan transisi demokrasi pasca-Arab Spring dan menelaah penguasaan militer dalam politik Mesir. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa akibat kegagalan peralihan demokrasi di Mesir terjadi karena perpecahan elite politik Mesir yang melahirkan sentimen polarisasi, kondisi ekonomi yang buruk serta pengaruh kuat militer, telah menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi demokrasi di Mesir. Dalam hal ini, dominasi militer dalam tatanan politik Mesir telah terinstitusionalisasi, membuat peran militer dalam pemerintahan menjadi sangat signifikan.References
Ahmad, S. (2015). The Arab Spring: Membaca Kronologi dan Faktor Penyebabnya. Jurnal Hubungan Internasional, 4((2)), 120–121. https://doi.org/10.18196/hi.2015.0072.118-%0A129
Alfian, S., & Nazaruddin, A. I. P. I. (1988). Masa depan kehidupan politik Indonesia.
Basyar, M. H. (2015). Pertarungan dalam berdemokrasi: Politik di Mesir, Turki, dan Israel. Jakarta: UI-Presss, 198.
Cruz, G. (2007). Only a day in Tunisia. 32.
Diamond, L., & Marc, F. P. (2001). Hubungan Sipil Militer dan Konsolidasi Demokrasi. PT Grafindo Persada.
Dunne, M., & Hamzawy, A. (2008). The Ups and Downs of Political Reform in Egypt. Carnegie Endowment for International Peace.Arnegie Endowment for International Peace., 17-44.
Ghafur, M. F. (2016). Agama Dan Demokrasi: Munculnya Kekuatan Politik Islam Di Tunisia, Mesir Dan Libya. Jurnal Penelitian Politik., 11.(2.), 16.
Grand, S. R. (2011). Starting from Egypt: The Fourth Wave of Democratization. (Online).
Kahana, E., & Stivi-Kerbis, S. (2014). The Assassination of Anwar Al-Sadat: An Intelligence Failure. International Journal of Intelligence and Counter Intelligence, 183–185.
KomNasKDM. (2014). Tragedi kemanusiaan Pasca Kudeta Militer di Mesir.
Kordunsky, A., & Lokesson, M. (2013). The Egyptian Military’s Huge Historical Role. Retrieved from National Geographic.
Kosak, U., Brus, B., Knez, D., Zakelj, S., Trontelj, J., Pislar, A., ... & Gobec, S. (2018). The magic of crystal structure-based inhibitor optimization: development of a butyrylcholinesterase inhibitor with picomolar affinity and in vivo activity. Journal of Medicinal Chemistry., 61(1), 119-139.
Mushlih, A., & H. (2017). Aktor Politik dan Gagalnya Transisi Demokrasi Mesir tahun 2011-2013. Jurnal Politik, 2(1), 3.
Selim, G. M. (2015). The international dimensions of democratization in Egypt. Switzerland: Springer International Publishing.
Sihbudi, M. Riza, D. (1995). Profil Negara-Negara Timur Tengah. Pustaka Jaya.
Sika, N. (2014). The Arab State and Sosial Contestation Beyond the Arab Spring : The Evolving ruling Bargain in the Middle East. Oxsford University Press.
Wangke, H. (2014). Kajian Singkat Terhadap Isu-isu Terkini, Efektivitas Kesepakatan Code of Conduct Indonesia-Australia. Info Singkat Hubungan Internasional.
Yumitro, G., & Estriani, H. N. (2017). The Quo Vadis of Democratization in Post-Egypt Arab Spring. Croatian International Relations Review, 23(79), 157-188.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dias Maulana, Vita Nur Wulan, Hanida Nurul Pajriyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





