NU dan Media Baru: Upaya Dalam Mempertahankan Otoritas Keagamaan Melalui Resolusi Konflik

Authors

  • Abdul Qodir Abdillah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24090/icodev.v5i2.12591

Keywords:

Media Baru, Otoritas Keagamaan, Nahdlatul Ulama (NU)

Abstract

Artkel ini menganalisis prubahan paradigma NU dalam membangun otoritas kegamaannya. Tertuma sejak perjumpaan dengan era media baru. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode etnografi dan netnografi untuk meneliti otoritas agama di era disrupsi secara kualitatif dan deskriptif. Hasil analisis menyimpulkan bahwa Otoritas keagamaan NU terbagai kedalam tiga periodesasi. (1) Yaitu periode awal yang memegang teguh paradigma beragama tradisional sebagai bentuk respond terhadap kelompok reformis Islam di Indonesia. (2) Periode kedua ototoritas struktural dibangun melalui gagasan dan pemikiran yang lebih terbuka sedangkan otoritas kulutural menekankan pada pelestaraian tradisi beragama yang diajarkan oleh tokoh NU Tradisional. (3) Periode ketiga merupakan babak baru perjumpaan antara otiritas NU melawan otoritas kelompok Salafi-wahabi. Pada periode ini otoritas NU dibangun dengan melakukan aktifasi berbagai platform media baru sebagai bentuk respond perkembangan zaman dan perlawanan terhadap kelompok salafi-wahabi.

References

Abu Zahrah, M. (t.t.). Tarīkh al-Madzhāhib al-Islāmiyah fī al Siyasah wa al-Aqā’id wa Tarīkh al-Madzāhib al-Fiqhiyah. Dār Fikr al-’Arabi.

Adhaoui, M. A. (2014). Salafism in France; Ideology, Practices and Contradictions. Oxford University Press.

Al Dosari, M. bin A. (2006). Keagungan Al-Qur’an Karim. Darussalam.

Ali, A. S. (2013). Ideologi Gerakan Pasca-Reformasi: Gerakan-gerakan Sosial-Politik Dalam Tinjauan Ideologis. LP3ES.

Asad, T. (2009). The Idea of Anthropology of Islam. Qui Parle, Vol. 17(No.02), 1–30.

BouAynaya, Y. (2024). Research Methodology and Design. Dalam Y. BouAynaya, Redefining Irishness in a Globalized World: National Identity and European Integration (hlm. 71–96). Emerald Publishing Limited. https://doi.org/10.1108/978-1-83797-941-720241005

Bryman, A. (2016). Social research methods (Fifth edition). Oxford University Press.

Chaplin, C. (2020). Communal Salafi Learning and Islamic Selfhood: Examining Religious Boundaries Through Ethnographic Encounters in Indonesia. Ethnography, 21(1), Article 1. https://doi.org/10.1177/1466138118795988

Chozin, M. A. (2013). Strategi Dakwah Salafi di Indonesia. Jurnal Dakwah, 16(01), Article 01.

Eriyanto. (2005). Analisis Wacana Pengantar Analisis Teks Media. Lkis.

Fealy, G., & White, S. (2008). Expressing Islam: Religious life and politics in Indonesia. Religious Life and Politics in Indonesia.

Geertz, C. (1976). The religion of Java. University of Chicago press.

Han, M. I. (2018a). Anak Muda, Dakwah Jalanan dan Fragmentasi Otoritas Keagamaan: Studi atas Gerakan Dakwah Pemuda Hijrah dan Pemuda Hidayah. Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Han, M. I. (2018b). Ustadz Hits, Bahasa Gaul dan Social Media Effect,. Dalam Sunarwoto (Ed.), Arti Bumi Intaran. Arti Bumi Intaran.

Hasan, N. (2008). Laskar Jihad; Islam, Militansi, Dan Pencarian Identitas Di Indonesia Pasca-Orde Baru (H. Salim, Penerj.). enerbit Pustaka LP3S.

Hasan, N. (2019). Tantangan Islam Politik dan Krisis Legitimasi Ulama. Dalam Ulama dan Negara Bangsa: Membaca Masa Depan Islam Politik di Indonesia. Pusat Pengkajian Islam, Demokrasi, dan Perdamaian (PusPIDeP).

Iqbal, A. M. (2014). Internet, Identity and Islamic Movements: The Case of Salafism in Indonesia. Islamika Indonesiana, 1(1), Article 1. https://doi.org/10.15575/isin.v1i1.42

Iqbal, A. M., & Zulkifli, Z. (2018). New Media Technology and Religious Fundamentalist Movements: Exploring the Internet Use by Salafi Movement in Indonesia: Proceedings of the 1st International Conference on Recent Innovations, 1566–1573. https://doi.org/10.5220/0009932115661573

Kuru, A. T. (2019). Islam, Authoritarianism, and Underdevelopment: A Global and Historical Comparison (1 ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781108296892

Kustini (Ed.). (2019). Monografi Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Litbangdiklat Press.

Ma’arif, C. (2017). kajian Al-Qur’an di Indonesia: Telaah Historis. Qof, 1(2), 116–125.

Moeleong, Kexi. J. (2002). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Ninsana, W. (2020). The Relationship between Language and Culture: A Sociolinguistic Perspective. Atlantis Press: Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 280.

Rahmadi. (2011). Pengantar Metodologi Penelitian. Antasari Press.

Turner. (2007). Religious Authority and the New Media. SAGE Publications.

Wahid, A. B. (2017). Dakwah Salafi: Dari Teologi Puritan sampai Anti Politik. Media Syari’ah : Wahana Kajian Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 13(2), Article 2. https://doi.org/10.22373/jms.v13i2.1783

Wahid, D. (2012). Challenging Religious Authority: The Emergence of Salafi Ustadhs in Indonesia. Journal of Indonesia Islam, 6(2), Article 2. https://doi.org/10.15642/JIIS.2012.6.2.245-264

Weber, M. (1947). The Theory of Social and Economic Organization. The Free Press.

Downloads

Published

2024-11-30

How to Cite

Abdillah, A. Q. (2024). NU dan Media Baru: Upaya Dalam Mempertahankan Otoritas Keagamaan Melalui Resolusi Konflik. ICODEV: Indonesian Community Development Journal, 5(2), 63–78. https://doi.org/10.24090/icodev.v5i2.12591

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.