Kebijakan Moderasi Pidana Mati dalam RUU KUHP Perspektif Nilai-Nilai Pancasila

Authors

  • Sugeng Riyadi Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Dosen Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
  • Beny Timor Prasetyo Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.24090/volksgeist.v4i2.5329

Keywords:

Draft criminal code; values of pancasila; death penalty.

Abstract

Draft Law on the Criminal Code (RUU KUHP) still gives place to the death penalty as a type of crime. This policy is in the line of the establishment of the Constitutional Court which considers the death penalty to be constitutional. Even though there has been a decision on the constitutionality of the death penalty, the polemic about its existence still continues. So that we do not sway with various opinions, it is necessary that the death penalty policy is viewed from the perspective of Pancasila, because Pancasila is a legal ideal and at the same time as a Fundamental Norm of the Unitary State of the Republic of Indonesia. This study aims to answer whether the death penalty moderation policy in the Criminal Code Bill is justified from the perspective of Pancasila or not. This research is a doctrinal legal research with a statutory approach, a conceptual approach and a philosophical approach. The results showed that the death penalty policy in the Draft Criminal Code does not conflict with Pancasila.

References

A. Hamid s Attamimi. Pancasila Cita Hukum Dalam Kehidupan Hukum Bangsa Indonesia, Dalam Moerdiono Dkk, Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara, Disunting Oleh Oetojo Oesman Dan Alfian. BP-7 Pusat, 1992.
Adnan Buyung Nasution. Demokrasi Konstitusional. Kompas, Kompas.
A.Hamid S. Attamimi,. Gesetz Gebung Swissens Chaft Sebagai Salah Satu Upaya Menanggulangi Hutan Belantara Peraturan Perundang-Undangan. Depok: Badan Penerbit FH UI, 2021.
Ajie Ramdan, Rully Herdita Ramadhani, and Mei Susanto. ‘Kebijakan Pidana Mati Dalam RKUHP Ditinjau Dari Aspek Politik Hukum Dan HAM’. Arena Hukum 11 Nomor 3 (Desember 2018).
Andi Hamzah. Pidana Mati Di Indonesia Di Masa Lalu, Kini Dan Di Masa Depan. Ghalia Indoesia, 1985.
Ayub Torry Satriyo Kusumo. ‘Hukuman Mati Ditinjau Dari Perspektif Hukum Dan Hak Asasi Manusia Internasional’, n.d. Koleski Pusat Dokumentasi ELSAM.
Bambang Poernomo. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1993.
Benhard Ruben Fritz Sumigar,. ‘Pelangaran Berat HAM Dalam RUU KUHP: Tinjauan Dari Hukum Internasional’ Vol 11 No. 2 November 2020. (n.d.).
Darji Darmodiharjo, and dkk. Santiaji Pancasila. Surabaya: Usaha Nasional, 1991.
‘Draff Naskah Akademik RUU KUHP Pasal 100 (4)’, n.d.
Franz Magnis Suseno. Etika Politik Prinsipa-Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001.
Hariyanto, Hariyanto. ‘Pembangunan Hukum Nasional Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila’. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi 1, no. 1 (7 June 2018): 53–63. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v1i1.1731.
I Nyoman Alit Putrawan, I Gusti Ngurah Sudiana, and I Nyoman Sirta. ‘Paradara Dalam Delik Kesusilaan Di Kota Denpasar Perspektif Hukum Hindu’. Jurnal Penelitian Agama Hindu Volume 3 Nomer 1 tahun 2019 (n.d.).
JE Sahetapy. ‘Pidana Mati Dalam Negara Pancasila, Citra Aditya Bandung 2007 Hal 73; Lihat Juga Lidya Suryani Widayati, Pidana Mati Dalam RUU KUHP: Perlukan Diatur Sebagai Pidana Yang Bersifat Khusus? Jurnal Negara Hukum: Vol. 7 No. 2 November 2016. Hal 168’, n.d.
Jimly Asshidiqie. Pengantar Ilmu Hukum Tatanegara Jilid I. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI, 2006.
Lidya Suryani Widayati,. ‘Pidana Mati Dalam RUU KUHP: Perlukan Diatur Sebagai Pidana Yang Bersifat Khusus? Jurnal Negara Hukum’ Vol. 7 No. 2 November 2016. (n.d.).
Moh Mahfud MD. Membangun Politik Hukum, Menegakkan Konstitusi. Jakarta: LP3ES, 2006.
Muhamad Taqiyudin. ‘Pidana Mati Dalam Perspektif Al-Qur’an (Bagian Abstrak)’. Program Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir Program Pascasarjana Institut PTIQ, 2021.
Padmo wahyono. Indonesia Berdasar Atas Hukum. Ghalia Indonesia, n.d.
Peter Mahmud Marzuki. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenanda Media Group, 2005.
Purwanto. ‘Perwujudan Keadilan Dan Keadilan Sosial Dalam Negara Hukum Indonesia: Perjuangan Yang Tidak Mudah Dioperasionalkan’ Vol I, No. I: 2017, Jurnal Hukum Media Bhakti (n.d.).
‘Putusan Mahkamah Konstitusi No. 2-3/PUU-v/2007’, oktober 2007.
Roby Anugerah, and raja Desril. ‘Kebijakan Formulasi Pidana Mati Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia, Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia’. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia Volume 3 No 1 tahun 2021 (n.d.): 80–95.
Saharuddin Daming. ‘Konfigurasi Pertarungan Abolisinisme Versus Retensionisme Dalam Diskursus Keberadaan Lembaga Pidana Mati Di Tingkat Global Dan Nasional’, n.d.
Soehino. Politik Hukum Di Indonesia. Yogyakarta: Penerbit BPFE, 2010.
Soekarno. ‘Pantja Sila Sebagai Dasar Negara, Departemen Penerangan RI 1959.’, n.d.
Soepomo. Bab-Bab Tentang Hukum Adat. Pradnya Paramita, 1993.
Tia Ludiana. ‘Eksistensi Pidana Mati Dalam Pembaharuan Hukum Pidana (Kajian Terhadap Pidana Mati Dalam RUU KUHP)’. Jurnal Litigasi (e-Journal) Vol. 22 (1) (April 2020).
Tim Institute For Criminal Justice Reform (ICJR). Politik Kebijakan Hukuman Mati Di Indonesia Dari Masa Ke Masa. Jakarta, n.d.
Tonahati Harefa. ‘Kajian Etika Kristen Terhadap Hukuman Mati’. 2017.
Yuni Herawatie. ‘Konsep Keadilan Social Dalam Bingkai Sila Kelima Pancasila.’ Jurnal UPNYK Vol 18 No. (1 January 2014).

Downloads

Published

2021-12-01

How to Cite

Riyadi, S., & Prasetyo, B. T. (2021). Kebijakan Moderasi Pidana Mati dalam RUU KUHP Perspektif Nilai-Nilai Pancasila. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi, 4(2), 249–263. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v4i2.5329

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.